BORNEONEWS, Palangka Raya – Adhyaksa FC berpeluang menjadikan Stadion Tuah Pahoe di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, sebagai markas tim saat tampil di Super League 2026/2027.
Peluang tersebut menguat setelah Presiden Klub Adhyaksa FC, Eko Setyawan, meninjau langsung Stadion Tuah Pahoe di Palangka Raya, Jumat, 12 Juni 2026.
Eko mengatakan kunjungan itu merupakan tindak lanjut dari pembicaraan yang sudah dibangun sejak dua tahun lalu bersama Gubernur Kalimantan Tengah terkait kerja sama pengembangan sepak bola di daerah.
“Kami datang ke Palangka Raya menindaklanjuti pembicaraan yang sudah berlangsung dua tahun lalu dengan Pak Gubernur terkait kerja sama pembangunan sepak bola di Kalimantan Tengah,” kata Eko.
Menurutnya, keberhasilan Adhyaksa FC promosi ke Super League membuka peluang lebih besar untuk merealisasikan kerja sama tersebut. Salah satu fokus utama yakni membangun ekosistem sepak bola yang sehat dan memberi ruang bagi talenta muda Kalimantan Tengah.
Eko menilai banyak pemain muda di Kalteng memiliki potensi untuk berkembang menjadi pesepak bola profesional, bahkan berpeluang memperkuat tim nasional Indonesia di masa mendatang.
“Sekarang Adhyaksa FC sudah berada di level Super League. Kami siap bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk membangun ekosistem sepak bola yang sehat dan melahirkan pemain-pemain berkualitas untuk masa depan,” tuturnya.
Ia menegaskan, kehadiran Adhyaksa FC tidak hanya berorientasi pada tim senior di kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia. Klub juga membawa program pembinaan berjenjang melalui Elite Pro Academy untuk kelompok usia U16, U18, dan U20.
Eko yang juga menjabat sebagai anggota Exco PSSI menyebut anak-anak asli Kalimantan Tengah akan menjadi prioritas dalam program pembinaan tersebut.
Melalui Elite Pro Academy, pemain muda daerah diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk berkembang, mendapatkan pembinaan profesional, dan berkompetisi di level nasional.
Eko menambahkan, Adhyaksa FC memiliki fondasi kuat sebagai klub yang dikelola secara profesional. Klub tersebut meniti perjalanan dari level amatir hingga berhasil promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia dalam kurun waktu sekitar empat tahun.
“Kami datang dengan manajemen profesional. Kami ingin melanjutkan semangat yang pernah dibangun Kalteng Putra ketika tampil di Liga 1,” ujarnya.
Ia berharap rencana menjadikan Palangka Raya sebagai markas Adhyaksa FC mendapat dukungan dari seluruh elemen di Kalimantan Tengah.
Dukungan tersebut diharapkan datang dari pemerintah daerah, pelaku sepak bola, kelompok suporter, hingga masyarakat umum.
“Kami berharap perjuangan membangun sepak bola Kalimantan Tengah bisa mendapat dukungan dari semua pihak. Ini bukan hanya tentang sebuah klub, tetapi tentang masa depan sepak bola daerah,” kata Eko.
Manajemen Adhyaksa FC juga ingin menjadikan sepak bola sebagai ruang kebersamaan bagi masyarakat. Stadion diharapkan dapat menjadi tempat berkumpul keluarga, sarana wisata olahraga, sekaligus ruang silaturahmi bersama teman maupun rekan kerja.
“Sepak bola harus menjadi milik semua masyarakat,” ujar Eko.
Ia meyakini kehadiran klub profesional di Kalimantan Tengah dapat memberi dampak positif, tidak hanya bagi pembinaan sepak bola usia muda, tetapi juga bagi pertumbuhan ekonomi daerah.









