BORNEONEWS, Nanga Bulik – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Lamandau menyoroti meningkatnya tekanan lingkungan di kawasan perkotaan yang berdampak pada kualitas ruang terbuka hijau, termasuk Hutan Kota di Kompleks Perkantoran Nanga Bulik.
Hutan Kota yang selama ini menjadi ruang publik masyarakat dinilai mulai menghadapi tantangan berupa penumpukan sampah dan menurunnya kesadaran sebagian pengunjung dalam menjaga kebersihan kawasan tersebut.
Bupati Lamandau melalui Plt. Kepala DLHK Kabupaten Lamandau, Ostra Wungkana, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena Hutan Kota memiliki fungsi penting sebagai penyangga ekosistem perkotaan.
Menurutnya, pengelolaan Hutan Kota tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat sebagai pengguna ruang publik.
“Melalui aksi di Hutan Kota ini, kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan sekaligus mengingatkan bahwa ruang ini adalah milik bersama yang harus dijaga. Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama agar fungsi ekologisnya tetap terjaga,” kata Ostra Wungkana.
Ia menambahkan, DLHK Lamandau akan memperkuat pengawasan dan edukasi lingkungan secara berkelanjutan, termasuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah dan pemanfaatan ruang terbuka hijau.
Sejalan dengan itu, pemerintah daerah menilai perlu adanya pendekatan yang lebih konsisten agar Hutan Kota tidak hanya menjadi ruang aktivitas, tetapi juga tetap berfungsi sebagai kawasan penyeimbang lingkungan perkotaan.(NATALIA KRISTIN/y)









