PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Upaya Toko Kopi Bumi (TKB) untuk bangkit pascakebakaran yang menghanguskan seluruh bangunan usahanya pada 23 Mei 2026 akhirnya terhenti. 

Manajemen memutuskan, menghentikan seluruh aktivitas penjualan online dan merumahkan karyawan setelah mengaku tidak mampu menanggung beban operasional yang masih harus dibayar di tengah kondisi usaha yang belum pulih.

Owner Toko Kopi Bumi, Andika Dwi Octavianto, mengatakan setelah kebakaran yang menghanguskan 100 persen bangunan kafe di Jalan Kutilang, pihaknya tetap berupaya mempertahankan sekitar 20 karyawan dengan membuka layanan penjualan minuman secara online.

"Hal ini kak, kami lakukan bukan untuk mencari keuntungan, melainkan agar para karyawan tetap memiliki pekerjaan dan memperoleh penghasilan," katanya, saat dikonfirmasi borneonews, Jumat, 12 Juni 2026.

Setelah kejadian kebakaran yang menghabiskan 100 persen Toko Kopi Bumi, pihaknya harus tetap bertahan agar karyawan tetap bisa bekerja dan mendapatkan gaji. Dengan tetap berjualan online walaupun hanya menjual minuman.

Andika mengaku, kondisi semakin berat ketika usaha yang masih berjalan secara terbatas tersebut tetap dikenakan kewajiban pajak daerah sebesar 10 persen pada minuman kafe (pajak barang jasa tertentu atas makanan minuman) atas penjualan yang dilakukan.

Ia berharap, pemerintah daerah dapat memberikan keringanan atau kebijakan khusus bagi pelaku usaha yang sedang terdampak musibah agar memiliki kesempatan untuk bangkit kembali.

"Selama beroperasi, sejak buka tahun lalu, Toko Kopi Bumi selalu memenuhi kewajiban perpajakan daerah dan turut berkontribusi membuka lapangan pekerjaan," tambahnya.

Karena keterbatasan kemampuan finansial untuk menanggung biaya operasional dan kewajiban yang ada, pihaknya akhirnya memutuskan menghentikan seluruh aktivitas penjualan online dan memberhentikan seluruh karyawan.

"Kami meminta kak kepada Pemerintah Kota Palangka Raya agar memberikan kami keringanan disaat bangkit, dan  anak-anak muda yang bekerja tidak alami pengangguran," harapnya. (MARINI/y)