BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Seorang pria yang diduga mengalami gangguan kejiwaan kembali meresahkan warga di kawasan Jalan Barito, Kuala Kapuas, Jumat, 12 Juni 2026. Aksi pria tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) dan videonya kemudian beredar luas.
Dalam rekaman yang beredar, pria itu terlihat memasuki area sebuah rumah makan dan berjalan di sekitar lokasi usaha. Bahkan terlihat melempar barang ke karyawati warung. Informasi yang dihimpun menyebut kejadian berlangsung sekitar pukul 12.10 WIB, sesaat setelah pelaksanaan Salat Jumat.
Sejumlah warga mengaku khawatir dengan keberadaan pria tersebut karena disebut beberapa kali mendatangi tempat usaha maupun permukiman warga. Dalam laporan yang beredar, pria itu bahkan disebut sempat membuat pedagang dan warga sekitar merasa tidak nyaman.
"Menggangu sekali orangnya," tulis seorang warga dalam laporan yang dibagikan ke grup informasi masyarakat.
Warga lainnya meminta agar pihak terkait segera melakukan penanganan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, pria tersebut diketahui tinggal di kawasan Gang Rawa Sari, Kuala Kapuas. Beberapa warga mengaku mengenali sosok tersebut karena kerap terlihat berada di sejumlah lokasi di dalam kota.
Rahmika, seorang warga yang mengenali pria tersebut mengatakan bahwa yang bersangkutan memang diduga mengalami gangguan kejiwaan dan sebelumnya pernah mendapatkan penanganan medis.
"Dulu sempat juga dibawa ke rumah sakit jiwa, tapi obatnya tidak lagi diminum secara teratur sehingga kondisinya kembali kambuh," ungkapnya kepada Borneonews.
Menurut Rahmika, keluarga sebenarnya masih berada di sekitar Kuala Kapuas, namun pengawasan terhadap yang bersangkutan diduga sudah tidak seintensif sebelumnya.
Rekaman CCTV yang beredar menunjukkan pria itu berada di area rumah makan selama beberapa saat sebelum akhirnya meninggalkan lokasi. Tidak dilaporkan adanya korban luka maupun kerusakan barang dalam kejadian tersebut.
Meski demikian, kejadian itu kembali memunculkan kekhawatiran warga terkait penanganan orang dengan gangguan kejiwaan yang berkeliaran di ruang publik. Warga berharap pihak keluarga maupun instansi terkait dapat mengambil langkah penanganan agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. (SABRIANOOR/y)









