SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Wakil Ketua II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Rudianur mendorong pemerintah daerah untuk melanjutkan program fasilitasi transportasi udara bagi jemaah haji menuju dan dari Embarkasi Banjarmasin pada musim haji tahun-tahun mendatang.

Menurutnya, layanan penerbangan yang disediakan pemerintah daerah sangat membantu jemaah haji, khususnya dalam memberikan kenyamanan dan kemudahan perjalanan dari Sampit menuju Embarkasi Syamsudin Noor Banjarmasin maupun sebaliknya.

"Fasilitas mengantar dan menjemput ke embarkasi menggunakan pesawat ini patut dilanjutkan ke depan. Ini menjembatani, membantu, memfasilitasi para jemaah haji Kotim untuk tahun 2027," kata Rudianur, Jumat, 12 Juni 2026.

Dirinya turut menjemput jemaah haji Kotim dari Embarkasi Banjarmasin menuju Bandara H Asan Sampit menggunakan pesawat Nam Air yang disewa pemerintah daerah. 

Ia bersyukur seluruh jemaah haji asal Kotim yang tiba di Sampit dalam kondisi sehat setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

"Alhamdulillah pada hari ini tamu Allah sudah datang di Kotim. Semua dalam keadaan sehat walafiat. Kita bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah memfasilitasi menjemput mereka dari Embarkasi Banjarmasin Syamsudin Noor ke Sampit," ujarnya.

Rudianur menilai pelayanan terhadap jemaah selama proses ibadah haji telah ditangani oleh pihak yang berwenang, yakni Kementerian Haji dan Umrah beserta petugas yang ditugaskan mendampingi jemaah.

Meski demikian, ia berharap pemerintah daerah dapat terus meningkatkan dukungan yang menjadi kewenangannya, terutama dalam penyediaan sarana transportasi udara bagi jemaah haji asal Kotim.

"Kalau dari pemerintah kabupaten yang perlu ditingkatkan adalah bagaimana memfasilitasi mereka dengan konsisten menyewa pesawat seperti ini agar ke depan lebih baik lagi," ucapnya.

Tidak ada catatan khusus terkait pelayanan yang diberikan kepada jemaah haji asal Kotim. Ia menilai pemerintah daerah telah memberikan dukungan yang maksimal untuk membantu kelancaran kepulangan para tamu Allah tersebut.

"Tidak ada catatan khusus. Pada prinsipnya pemerintah daerah sudah luar biasa, sudah memfasilitasi mereka," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/y)