SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII Balikpapan Ferdinan Nurdin mendorong perpanjangan landasan pacu Bandara H Asan Sampit menjadi 2.250 meter guna meningkatkan aspek keselamatan dan kenyamanan penerbangan setelah pesawat Airbus A320 milik Super Air Jet mulai beroperasi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

"Dari sisi safety dan security yang memang menjadi perhatian kami sebagai regulator, saya titip kepada Bupati dan Forkopimda, kalau bisa runway diperpanjang. Minimal 2.250 meter itu sudah ideal untuk Airbus A320," kata Ferdinan saat menghadiri penyambutan penerbangan perdana Super Air Jet di Bandara H Asan Sampit, Jumat, 12 Juni 2026.

Ia menjelaskan, Airbus A320 memiliki karakteristik berbeda dibandingkan pesawat Boeing 737-500 yang selama ini melayani rute ke Sampit. Dengan runway yang lebih panjang, proses lepas landas dan pendaratan akan lebih nyaman bagi pilot maupun penumpang.

"Kalau panjang runway hanya 2.060 meter, pesawat Airbus ini agak terasa saat landing dan boros bahan bakar. Agar kru dan penumpang merasa nyaman, idealnya runway diperpanjang menjadi 2.250 meter dan lebar 45 meter," ujarnya.

Selain persoalan panjang landasan, Ferdinan juga menyoroti sejumlah aspek keselamatan lainnya yang masih perlu mendapat perhatian. Berdasarkan hasil audit dan pengawasan yang dilakukan petugas Otban, terdapat akses jalan di ujung bandara menggunakan sistem portal.

"Jadi, saya berharap dengan sekarang karena sudah ada maskapai besar, mulai diterbangi oleh pesawat jet, tolonglah dari sisi safety itu harus harus compliance. Karena kita yang namanya accident yang kita tidak berharap, dia tidak mengenal waktu dan tidak mengenal tempat," tegasnya.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim bersama pengelola bandara terus meningkatkan standar keselamatan dan keamanan penerbangan, termasuk menindaklanjuti berbagai catatan yang pihaknya sampaikan.

Ferdinan juga mengapresiasi langkah cepat Pemkab Kotim dalam menindaklanjuti persoalan hambatan penerbangan (obstacle) berupa pohon-pohon tinggi di sekitar kawasan bandara yang berpotensi mengganggu operasional pesawat.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan jajaran. Kemarin kami rapat terkait penebangan pohon yang menjadi obstacle dan sudah ditindaklanjuti. Kalau masih ada yang tersisa, mohon terus diantisipasi karena ini penting untuk keselamatan penerbangan," katanya.

Diketahui, mulai 12 Juni 2026, pesawat Airbus A320 Super Air Jet mulai menerbangi Bandara H Asan Sampit dengan rute Jakarta-Sampit pulang pergi (PP). Kehadiran pesawat berbadan besar tersebut diharapkan meningkatkan konektivitas, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata di Kotim. (DEWI PATMALASARI/y)