KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Seolah tak pernah jera. Di tengah gencarnya penindakan yang dilakukan aparat kepolisian dalam beberapa pekan terakhir, aksi balap liar kembali dilaporkan terjadi di Kuala Kapuas, Sabtu dini hari, 13 Juni 2026.

Seperti yang sudah berulang kali terjadi, Jalan Tambun Bungai kembali disebut menjadi salah satu titik utama beraksinya para pelaku. Sejumlah pemuda dilaporkan saling memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi di ruas jalan tersebut.

Aksi itu bukan hanya memunculkan suara bising dari knalpot tidak standar, tetapi juga mengganggu pengguna jalan lainnya yang masih melintas di lokasi. Beberapa rekaman video yang beredar memperlihatkan kendaraan melaju kencang di tengah arus lalu lintas yang belum sepenuhnya sepi.

Salah seorang warga yang tak mau disebutkan namanya, mengaku sempat melintas saat aksi tersebut berlangsung. Menurutnya, jumlah peserta yang terlibat cukup banyak dibandingkan malam-malam biasa.

"Tadi di awal pas lewat, lumayan banyak yang terlibat aksi balapan," ujarnya.

Dari video yang beredar, sejumlah pengguna jalan terlihat memilih memperlambat laju kendaraan bahkan menepi untuk menghindari para pelaku yang melintas dengan kecepatan tinggi. Kondisi itu dinilai berpotensi membahayakan keselamatan tidak hanya bagi peserta balapan, tetapi juga masyarakat yang sedang menggunakan jalan.

Tak hanya di Jalan Tambun Bungai, warga lainnya juga melaporkan adanya sekelompok pengendara yang berkumpul di kawasan Jalan Sulawesi. Sekitar lima hingga sepuluh sepeda motor dengan knalpot brong disebut terlihat berada di pinggir jalan pada waktu yang hampir bersamaan.

Fenomena ini menjadi perhatian karena terjadi saat Satlantas Polres Kapuas masih gencar melakukan penertiban balap liar dan penggunaan knalpot brong. Dalam beberapa operasi sebelumnya, puluhan sepeda motor bahkan telah diamankan untuk memberikan efek jera kepada para pelanggar.

Namun kemunculan kembali aksi serupa menunjukkan bahwa persoalan balap liar belum sepenuhnya selesai. Selain membahayakan keselamatan, aktivitas tersebut juga kerap dikeluhkan warga karena menimbulkan kebisingan dan mengganggu ketertiban pada malam hingga dini hari.

Belum diperoleh informasi apakah petugas kepolisian melakukan penindakan pada aksi yang dilaporkan terjadi Jumat malam tersebut. Meski demikian, warga berharap patroli dan pengawasan terus ditingkatkan, terutama pada titik-titik yang selama ini kerap dijadikan arena balap liar. (SABRIANOOR/y)