SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) mulai melakukan penggantian total lantai Jembatan Kapten Mulyono atau yang dikenal masyarakat sebagai Jembatan Patah. Perbaikan ini dilakukan sebagai langkah sementara untuk menjamin keselamatan pengguna jalan sambil menunggu pembangunan jembatan permanen.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim, Mentana Dhinar Tistama, mengatakan pekerjaan pemeliharaan saat ini sudah memasuki tahap pelaksanaan setelah kontrak pekerjaan ditandatangani.

"Ini seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya bahwa kita berkomitmen memperbaiki Jembatan Patah. Ke depannya memang rencana akan kita ganti permanen, tetapi karena saat ini masih dalam proses FS (Feasibility Study/studi kelayakan)," kata Mentana, Sabtu, 13 Juni 2026.

Menurutnya, studi kelayakan tersebut diperlukan untuk menentukan konsep pembangunan jembatan permanen yang paling tepat. Pemerintah masih mengkaji apakah memanfaatkan struktur jembatan yang ada atau membangun di lokasi baru.

Meski demikian, pemerintah daerah tidak ingin menunggu hasil kajian selesai karena kondisi jembatan harus tetap aman dilalui masyarakat.

"Jembatan itu harus bisa dilalui dengan aman. Makanya Bupati Kotim menginstruksikan kami untuk melaksanakan pemeliharaan. Dan kebetulan memang sudah kami persiapkan anggarannya. Alhamdulillah sekarang ini sudah proses pelaksanaan, sudah berkontrak," ujarnya.

Dalam pekerjaan pemeliharaan tersebut, seluruh lantai jembatan akan diganti menggunakan kayu ulin baru. Material tersebut dipilih karena dikenal memiliki daya tahan tinggi terhadap cuaca dan beban kendaraan.

"Kalau pemeliharaan masih tetap kayu, tetapi diganti total kayu ulinnya. Mudah-mudahan bisa bertahan sampai nanti kita bangun yang permanen," tambahnya.

Mentana optimistis hasil pemeliharaan ini mampu membuat jembatan aman hingga pembangunan permanen dapat direalisasikan. Berdasarkan perhitungan, konstruksi kayu ulin yang baru dipasang diperkirakan mampu bertahan lebih dari satu tahun.

"Insyaallah dengan pemeliharaan total lebih dari satu tahun tahan. Intinya sampai nanti kita hasil kajian, kemudian dilanjutkan dengan DED atau perencanaan teknis, hingga jembatan permanennya siap dibangun, saya rasa masih aman," katanya.

Ia menambahkan, nilai pagu anggaran pemeliharaan Jembatan Kapten Mulyono sebelumnya sebesar Rp400 juta, sedangkan nilai kontrak pekerjaan mencapai sekitar Rp397 juta.

Pekerjaan tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan sesuai kontrak. Namun ia berharap pelaksanaannya dapat diselesaikan lebih cepat sehingga masyarakat dapat kembali menikmati akses yang lebih aman dan nyaman. (DEWI PATMALASARI/y)