SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) menutup total akses Jembatan Kapten Mulyono atau yang dikenal masyarakat sebagai Jembatan Patah selama proses penggantian lantai jembatan berlangsung.

"Selama pengerjaan ditutup total 24 jam, demi keamanan mulai kemarin Kamis, 11 Juni 2026. Kami pasang rambu-rambu agar tidak melintas," kata Plt Kepala UPTD Jalan, Jembatan dan Drainase Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Suhardiono, Sabtu, 13 Juni 2026.

Ia mengingatkan masyarakat agar mematuhi penutupan tersebut dan tidak memaksakan diri melintasi area jembatan karena berpotensi membahayakan keselamatan.

"Kami harap tidak ada yang ngotot menerobos karena membahayakan," tambahnya.

Ia mengatakan, masa kontrak pekerjaan penggantian lantai jembatan berlangsung selama 90 hari. Namun pihaknya menargetkan pekerjaan dapat rampung lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan.

"Kontraknya 90 hari, tapi kemungkinan tidak sampai selama itu. Kami upayakan secepatnya selesai," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemkab Kotim mulai melakukan penggantian total lantai Jembatan Kapten Mulyono sebagai solusi sementara sambil menunggu pembangunan jembatan permanen yang saat ini masih dalam tahap studi kelayakan atau Feasibility Study (FS).

"Jembatan itu harus bisa dilalui dengan aman. Makanya Bupati Kotim menginstruksikan kami untuk melaksanakan pemeliharaan. Dan kebetulan memang sudah kami persiapkan anggarannya. Alhamdulillah sekarang ini sudah proses pelaksanaan, sudah berkontrak," kata Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Mentana Dhinar Tistama.

Dalam pekerjaan pemeliharaan tersebut, seluruh lantai jembatan akan diganti menggunakan kayu ulin baru yang dikenal memiliki daya tahan tinggi dan cocok untuk menopang beban kendaraan.

"Kalau pemeliharaan masih tetap kayu, tetapi diganti total kayu ulinnya. Mudah-mudahan bisa bertahan sampai nanti kita bangun yang permanen," ujarnya.

Mentana yakin hasil perbaikan ini mampu menjaga fungsi jembatan hingga proyek pembangunan permanen dapat direalisasikan. Berdasarkan perhitungan, lantai jembatan yang menggunakan kayu ulin baru diperkirakan mampu bertahan lebih dari satu tahun.

Ia menambahkan, anggaran yang disiapkan untuk pekerjaan pemeliharaan tersebut mencapai sekitar Rp400 juta, dengan nilai kontrak pelaksanaan sekitar Rp397 juta. (DEWI PATMALASARI/y)