BORNEONEWS, Palangka Raya – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palangka Raya Sigit Widodo, menegaskan bahwa keberhasilan penanganan dan pemberantasan penyakit Tuberkulosis (TBC) tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan tenaga kesehatan semata, melainkan memerlukan kerja sama serta peran aktif dari seluruh elemen, termasuk masyarakat luas.
Menurut Sigit, TBC merupakan masalah kesehatan masyarakat yang membutuhkan pendekatan menyeluruh dan berkelanjutan. Dukungan dari berbagai pihak akan mempercepat proses deteksi dini, pengobatan yang tuntas, serta pencegahan penularan di lingkungan keluarga maupun tempat tinggal.
“Penanganan TBC diperlukan kerja sama semua pihak termasuk masyarakat. Pemerintah telah menyediakan fasilitas dan layanan kesehatan, namun keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesadaran warga untuk mau memeriksakan diri, menjalani pengobatan hingga selesai, serta mendukung sesama penderita agar tidak terpinggirkan,” ujar Sigit Widodo, Sabtu, 13 Juni 2026.
Ia juga mengingatkan bahwa stigma negatif terhadap penderita TBC harus dihilangkan, karena penyakit ini dapat disembuhkan jika ditangani sejak dini dan diobati secara teratur.
Sikap terbuka dan saling mendukung akan mempermudah upaya pengendalian penyakit ini di wilayah Palangka Raya.
"Dengan sinergi yang terjalin antara pemerintah, lembaga terkait, dan masyarakat, angka kasus TBC dapat terus ditekan menurun, sehingga tercipta lingkungan yang lebih sehat dan bebas dari ancaman penyakit menular tersebut," pungkasnya. (PATHUR/Y)









