PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, akhirnya buka suara terkait isu miring yang beredar luas di media sosial mengenai pengadaan kendaraan dinas baru.

Belakangan ini, publik diramaikan oleh perbincangan hangat netizen yang menuding orang nomor satu di Kota Cantik tersebut telah membeli sebuah mobil dinas mewah berjenis Jeep dengan harga yang sangat fantastis.

Menanggapi rumor yang bergulir liar tersebut, Fairid secara tegas melayangkan bantahan. Ia menyatakan bahwa kabar yang menyebutkan dirinya memboyong mobil dinas seharga Rp2,7 miliar itu tidaklah benar.

Dirinya merasa perlu meluruskan informasi ini agar tidak menimbulkan spekulasi negatif yang berlarut-larut di tengah masyarakat.

Menurut Fairid, kendaraan dinas jabatan yang baru-baru ini diadakan oleh Pemerintah Kota Palangka Raya sama sekali bukan mobil berjenis Jeep layaknya Jeep Wrangler Rubicon yang santer dituduhkan netizen.

"Kendaraan yang terbaca di SIRUP itu bukan jeep seperti rubicon, tapi toyota brandnya. Jadi enggak ada beli mobil dinas brand jeep," katanya melalui pesan WhatsApp kepada Borneonews beberapa hari lalu.

Ia menegaskan bahwa pemilihan kendaraan operasional tersebut telah disesuaikan dengan regulasi dan kebutuhan tanpa melampaui batas kewajaran.

Lebih lanjut, Fairid mengungkapkan bahwa mobil dinas baru miliknya tersebut merupakan kendaraan pabrikan asal Jepang dengan merek Toyota.

Kendati demikian, Wali Kota muda ini memilih untuk tidak merincikan lebih detail mengenai tipe maupun seri spesifik dari mobil Toyota yang kini menjadi kendaraan operasional barunya itu.

Isu mengenai mobil dinas mewah ini sebelumnya sempat memicu gelombang kritik dari masyarakat dan pengamat anggaran di media sosial.

Banyak pihak menilai angka Rp2,7 miliar terlalu jorjoran untuk sebuah kendaraan dinas, terlebih di tengah situasi daerah yang masih memerlukan banyak alokasi anggaran untuk sektor pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan publik.

Dengan adanya klarifikasi langsung dari Wali Kota Palangka Raya ini, diharapkan kegaduhan di jagat maya dapat segera mereda. Pihak Pemerintah Kota pun mengimbau masyarakat agar lebih bijak dan menyaring informasi yang beredar di media sosial sebelum memberikan penilaian yang belum terbukti kebenarannya. (HENDRI/y)