SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Keindahan alam dan kekayaan hayati Pulau Hanibung di Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mulai menarik perhatian wisatawan mancanegara.

"Dengan kondisi yang ada saat ini pun, pulau tersebut sudah bisa menarik wisatawan datang berkunjung, bahkan wisatawan mancanegara. Sebelumnya ada turis mancanegara dari Norwegia yang sudah berkunjung ke Pulau Hanibung di Kecamatan Kota Besi, informasinya Oktober nanti mereka akan datang lagi membawa lebih banyak orang berkunjung ke Kotim," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotim, Ramadansyah, Sabtu, 13 Juni 2026.

Wisatawan asing tersebut tertarik datang karena ingin menikmati langsung keindahan alam yang masih alami di Pulau Hanibung. Salah satu daya tarik utama kawasan itu adalah keberadaan burung enggang, satwa khas Kalimantan yang menjadi incaran para pencinta wisata alam.

"Mereka berminat ke pulau tersebut karena mendapatkan informasi adanya burung langka khas Kalimantan yaitu burung enggang. Ternyata waktu mereka ke sana burungnya memang ada dan terlihat," ujarnya.

Selain mengamati satwa liar, wisatawan juga menikmati aktivitas memancing udang galah di sekitar kawasan pulau. Karena itu, pihaknya berharap masyarakat turut menjaga kelestarian lingkungan agar potensi wisata tersebut tetap terjaga.

"Mereka juga memancing udang galah di sekitar pulau tersebut, makanya harapan saya masyarakat sekitar juga untuk menjaga hal itu dengan tidak meracun udang," tambahnya.

Tidak hanya burung enggang, kawasan sepanjang Sungai Mentaya menuju Pulau Hanibung juga menjadi habitat bekantan yang kerap terlihat saat musim buah tiba.

"Pada momen-momen tertentu, pinggiran Sungai Mentaya yang mengarah ke Pulau Hanibung banyak bermunculan hewan bekantan yang sedang beraktivitas di pepohonan di pinggir sungai. Karena saat itu pohon-pohon buah yang menjadi makanan favorit bekantan sedang berbuah lebat," bebernya.

Ramadansyah mengingatkan masyarakat agar tidak memburu satwa endemik tersebut karena memiliki nilai penting bagi ekosistem sekaligus menjadi daya tarik wisata.

"Kami berharap keberadaan hewan bekantan itu jangan diburu oleh masyarakat," tegasnya.

Diketahui Pulau Hanibung merupakan salah satu program prioritas Bupati Kotim Halikinnor untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata. Untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut, Disbudpar Kotim telah menyiapkan sejumlah langkah. Dalam waktu dekat, pihaknya akan menempatkan lanting atau dermaga terapung sebagai tempat bersandar perahu wisatawan yang berkunjung ke Pulau Hanibung.

"Ada aset lanting milik Dinas Lingkungan Hidup yang saat ini sudah berpindah asetnya ke Disbudpar Kotim. Itu yang akan kami tempatkan di Pulau Hanibung sebagai tempat tambat perahu pengunjung," ujarnya.

Selain itu, Disbudpar juga berencana menempatkan petugas khusus untuk melakukan pengawasan kawasan wisata dan membangun jalan titian agar pengunjung lebih mudah menjelajahi bagian dalam pulau.

"Nanti juga akan kita tempatkan satu orang petugas untuk melakukan pengawasan. Kemudian akan dibikin jalan titian sebagai akses menuju area bagian dalam Pulau Hanibung," katanya.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) terkait kemungkinan penempatan satwa yang tidak berbahaya untuk mendukung konsep wisata edukasi dan konservasi.

Menurut Ramadansyah, pengembangan Pulau Hanibung sejauh ini terus berjalan meski dilakukan dengan anggaran terbatas dan tanpa alokasi dana khusus. Ia menilai potensi wisata alam tidak selalu harus dibangun dengan biaya besar.

"Sejauh ini pengembangan Pulau Hanibung terus berjalan walaupun dengan menggunakan anggaran yang terbatas dan tidak adanya anggaran khusus. Sebenarnya pengembangan pulau itu tidak harus kita keluarkan anggaran besar. Pulau itu memang dikonsep untuk masyarakat bisa menikmati keindahan alam di pulau tersebut," tuturnya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam mendukung pengembangan wisata Pulau Hanibung. Beberapa warga Kota Besi telah membuka layanan perahu susur sungai, sementara sejumlah pemerhati lingkungan aktif melakukan penanaman pohon buah-buahan untuk memperkaya ekosistem kawasan tersebut.

"Kami juga terus mendorong masyarakat yang ingin bersama-sama mengembangkan pulau tersebut, seperti sebelumnya ada warga Kecamatan Kota Besi yang membuat perahu susur sungai menuju Pulau Hanibung, termasuk sejumlah pemerhati lingkungan yang juga melakukan penanaman pohon buah-buahan di pulau tersebut," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/H)