PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya  – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya mengakui kebutuhan telur ayam ras masyarakat masih belum dapat dipenuhi dari produksi lokal. 

Hingga saat ini, pasokan telur ayam ras untuk Kota Palangka Raya masih bergantung pada daerah lain, terutama dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya, Samsul Rizal, mengatakan keterbatasan produksi lokal menjadi salah satu faktor yang menyebabkan Palangka Raya masih mengandalkan pasokan dari luar daerah.

“Untuk telur ayam ras, Kota Palangka Raya masih kurang dan masih bergantung pada pasokan dari daerah lain, salah satunya dari Banjar, Kalimantan Selatan,” ujarnya, Sabtu 12 Juni 2026.

Menurut Samsul, ketergantungan terhadap pasokan luar daerah membuat harga telur ayam ras di Palangka Raya cukup rentan terhadap perubahan biaya distribusi maupun gangguan pasokan dari daerah penghasil.

Karena itu, pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok, termasuk telur ayam ras, guna mengantisipasi gejolak pasar yang dapat berdampak pada masyarakat.

Ia menambahkan, kebutuhan pangan masyarakat yang sebagian masih dipasok dari luar daerah menjadi tantangan tersendiri, terutama di tengah kenaikan biaya transportasi dan distribusi.

“Karena sebagian kebutuhan masih didatangkan dari luar daerah, tentu biaya distribusi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga di tingkat konsumen,” katanya.

Samsul berharap, ke depan produksi peternakan lokal dapat terus ditingkatkan sehingga ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat dikurangi dan ketahanan pangan Kota Palangka Raya semakin kuat. (MARINI/H)