BORNEONEWS, Tamiang Layang – Kegiatan Panca Run/Fun Run 5 Kilometer yang digelar Yonif TP 924/Uria Mapas di Desa Jaar, Kecamatan Dusun Timur, Sabtu, 13 Juni 2026, tidak hanya menjadi ajang olahraga bersama, tetapi juga momentum memperkuat semangat nasionalisme, persatuan, dan dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Barito Timur, Adi Mula Nakalelu, itu diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan. Hadir pula Ketua DPRD Barito Timur Nursulistio, unsur Forkopimda, jajaran Pemerintah Kabupaten Barito Timur, perwakilan perbankan, serta tokoh masyarakat.
Komandan Yonif TP 924/Uria Mapas Letkol Inf Wahyu Hariatmoko mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Lahir Pancasila sekaligus wadah mempererat hubungan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
"Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana olahraga dan silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan, nasionalisme, serta mendukung program ketahanan pangan nasional melalui sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat," ujar Wahyu.
Menurutnya, kolaborasi yang terbangun melalui kegiatan tersebut menjadi modal penting dalam menjaga kekompakan serta meningkatkan kepedulian terhadap pembangunan daerah dan ketahanan pangan.
Wakil Bupati Barito Timur Adi Mula Nakalelu dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Yonif TP 924/Uria Mapas, panitia pelaksana, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tidak hanya menjadi momentum mengenang sejarah bangsa, tetapi juga kesempatan memperkuat komitmen dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari.
"Hari Lahir Pancasila yang kita peringati setiap tanggal 1 Juni bukan hanya menjadi momentum mengenang sejarah bangsa, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen kita dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari," kata Adi.
Menurutnya, kegiatan olahraga bersama seperti Panca Run memiliki nilai strategis karena mampu mendorong pola hidup sehat sekaligus mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat.
"Kegiatan fun run ini memiliki makna yang sangat positif. Selain sebagai sarana untuk menjaga kesehatan dan kebugaran jasmani, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mempererat persatuan, kebersamaan, serta semangat gotong royong di tengah masyarakat," ujarnya.
Adi juga mengajak seluruh peserta menjadikan momentum tersebut sebagai pengingat bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai melalui persatuan, penghormatan terhadap keberagaman, dan kerja sama yang kuat.
"Bangsa Indonesia dapat terus maju apabila kita menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama," tegasnya.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 05.00 WIB dengan registrasi peserta. Selanjutnya pada pukul 06.00 WIB digelar upacara pembukaan yang diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama.
Pelepasan peserta dilakukan oleh Wakil Bupati Barito Timur didampingi Komandan Yonif TP 924/Uria Mapas Letkol Inf Wahyu Hariatmoko, Wakil Komandan Yonif TP 924/Uria Mapas Kapten Inf Muhammad Gufron Arif, Ketua DPRD Barito Timur Nursulistio, serta Asisten III Setda Barito Timur Edius Uhing.
Selain lomba lari, kegiatan juga diisi penanaman pohon buah dan jagung di lahan pertanian Yonif TP 924/Uria Mapas sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Kegiatan tersebut melibatkan unsur Forkopimda, prajurit TNI dan masyarakat Desa Jaar.
Peserta kemudian mengikuti panen raya di kawasan Integrated Farming Yonif TP 924/Uria Mapas yang selama ini menjadi salah satu program unggulan satuan dalam mendukung swasembada pangan dan optimalisasi lahan produktif.
Suasana semakin meriah dengan berbagai kegiatan hiburan, kuis interaktif, senam zumba, foto booth, hingga pembagian doorprize yang disambut antusias para peserta.
Kegiatan Panca Run/Fun Run 5 Kilometer ditutup dengan sesi foto bersama antara Komandan Yonif TP 924/Uria Mapas, Wakil Bupati Barito Timur, unsur Forkopimda, dan seluruh peserta sebagai simbol kebersamaan, kekompakan, dan semangat gotong royong. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)









