BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Tumpukan sampah liar yang berada di Kilometer 71, tepatnya di lingkungan RT 04 Desa Terawan, Kecamatan Seruyan Raya, menjadi perhatian serius Anggota DPRD Kabupaten Seruyan dari Daerah Pemilihan (Dapil) II, Subani.
Kondisi tersebut dinilai sudah mengganggu kenyamanan masyarakat dan berpotensi mencemari lingkungan.
Lokasi di jalur lintas provinsi itu selama ini kerap dijadikan tempat pembuangan sampah oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Menyikapi persoalan tersebut, Subani mengambil langkah tegas dengan mengadakan sayembara bagi masyarakat yang berhasil memberikan informasi mengenai pelaku pembuangan sampah liar di kawasan tersebut.
“Saya prihatin. Ini jalan umum, tapi dijadikan tempat buang sampah. Kalau dibiarkan, bisa jadi gunung sampah dan mencemari lingkungan,” ujar Subani, Sabtu, 13 Juni 2026.
Menurutnya, volume sampah di Km 71 Desa Terawan sudah semakin banyak dan menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu pengguna jalan maupun warga sekitar.
Ia menduga sampah tersebut dibuang secara sengaja oleh oknum tertentu pada malam hari untuk menghindari perhatian masyarakat.
“Bau tidak sedap dan pemandangan kumuh ini tentu sangat mengganggu. Selain berdampak pada kesehatan masyarakat, kondisi ini juga dapat merusak citra desa karena lokasinya berada di jalur lintas provinsi yang setiap hari dilalui banyak orang,” katanya.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, Subani menjanjikan imbalan bagi warga yang dapat memberikan bukti berupa foto, video, maupun identitas pelaku pembuangan sampah liar di lokasi tersebut.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama sayembara tersebut bukan semata-mata memberikan hadiah, melainkan untuk membangun kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan memberikan efek jera kepada para pelaku.
“Bukan soal jumlah imbalannya, tetapi saya ingin ada tanggung jawab bersama. Jangan sampai desa kita menjadi kotor karena ulah segelintir orang yang tidak peduli terhadap lingkungan,” tegasnya.
Langkah yang dilakukan legislator Dapil II itu mendapat respons positif dari masyarakat sekitar. Sejumlah warga menilai sayembara tersebut dapat menjadi solusi cepat untuk membantu mengungkap pelaku pembuangan sampah liar yang selama ini sulit diketahui.
Selain itu, Subani juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila melihat aktivitas pembuangan sampah di lokasi tersebut. Laporan dapat disampaikan kepada ketua RT, pemerintah desa, maupun langsung kepada dirinya.
Ia menegaskan bahwa persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat.
Karena itu, ia mengajak warga untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.
“Kalau kita sayang kampung, kita jaga kebersihannya. Mari mulai dari diri sendiri dan berani menegur jika ada yang melakukan hal yang salah,” pungkasnya. (FAHRUL/H)









