PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Seorang perempuan pedagang angkringan berinisial SJ menjadi korban dugaan pembakaran yang dilakukan mantan suami sirinya di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat, Sabtu, 13 Juni 2026, sekitar pukul 18.30 WIB.

Akibat kejadian ini korban mengalami luka bakar dan harus mendapatkan perawatan medis. Saat ini aparat kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang melarikan diri usai melakukan aksinya.

Kapolsek Pangkalan Banteng, IPTU Agung Sugiarto menjelaskan berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula ketika korban sedang berjualan di angkringannya.

"Sekitar pukul 18.30 WIB saat korban sedang berjualan, pelaku datang dengan berjalan kaki dari arah Indomaret. Kemudian terjadi cekcok antara korban dan pelaku," kata Agung, Minggu, 14 Juni 2026.

Setelah terlibat pertengkaran, pelaku diduga memukul kepala korban menggunakan sepotong kayu. Tidak lama kemudian, saksi melihat kobaran api yang sudah membakar tubuh korban.

"Korban kemudian berlari sambil meminta tolong kepada warga sekitar, sedangkan pelaku melarikan diri ke arah Indomaret," ujarnya.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut sempat melakukan pengejaran. Namun pelaku berhasil kabur setelah menaiki sepeda motor menuju arah Simpang Dinamika. "Warga sempat mengejar pelaku, tetapi pelaku berhasil melarikan diri menggunakan sepeda motor," tambahnya.

Usai kejadian, warga memberikan pertolongan kepada korban dan membawanya ke Puskesmas Karang Mulya untuk mendapatkan penanganan medis awal. Karena kondisi luka yang cukup serius, korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Hanau untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

Sementara itu, rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian turut merekam detik-detik sebelum peristiwa terjadi. Dalam rekaman tersebut, pelaku terlihat mendatangi tempat usaha korban dengan mengenakan masker.

Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan dan memburu keberadaan pelaku guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. 
"Kami masih melakukan pengejaran terhadap pelaku dan mendalami motif kejadian ini," tutupnya. (DANANG/R)