PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua DPRD Palangka Raya, Subandi, menyambut baik perubahan konsep Palangka Raya Fair 2026 yang kini diarahkan menjadi ruang kolaborasi ekonomi kreatif.

Menurutnya, transformasi tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat perekonomian daerah. Terlebih, kegiatan itu tidak hanya menampilkan hiburan, tetapi juga membuka ruang pertemuan antara pelaku usaha lokal dan calon investor.

Subandi menilai perubahan Palangka Raya Fair dari kegiatan yang selama ini identik dengan pasar malam menjadi ajang pengembangan usaha patut diapresiasi.

Kegiatan tersebut dinilai mampu memberi nilai tambah karena melibatkan berbagai sektor ekonomi kreatif. Mulai dari pelaku UMKM, industri kopi, komunitas seni, hingga pelaku usaha makanan dan minuman.

“Palangka Raya Fair harus menjadi ruang yang mampu mempertemukan pelaku usaha dengan investor. Jika kolaborasi ini berjalan baik, maka akan tercipta peluang usaha baru yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Subandi, Minggu, 14 Juni 2026.

Ia mengatakan, kehadiran investor dalam Palangka Raya Fair perlu dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku usaha lokal. Momentum tersebut dapat menjadi peluang untuk memperluas jaringan bisnis, mempromosikan produk, dan membuka kerja sama jangka panjang.

Dengan demikian, Palangka Raya Fair 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.

Subandi juga mendukung konsep Coffee Week yang menjadi salah satu daya tarik utama dalam penyelenggaraan tahun ini.

Menurutnya, pengembangan industri kopi tidak hanya berdampak pada pelaku usaha kedai kopi, tetapi juga dapat menggerakkan ekosistem makanan dan minuman di Kota Palangka Raya.

Ia berharap seluruh rangkaian Palangka Raya Fair 2026 mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Baik melalui peningkatan penjualan produk lokal, terbukanya peluang usaha, maupun bertambahnya lapangan kerja.

Subandi menegaskan, setiap kegiatan daerah harus memiliki nilai tambah bagi perekonomian warga serta memperkuat daya saing pelaku usaha lokal di tengah persaingan yang semakin ketat. (MARINI/J)