BORNEONEWS, Jakarta - Heavenly Culture, World Peace, Restoration of Light atau HWPL bersama International Peace Youth Group atau IPYG menggelar kampanye donor darah bertajuk “Peace in Our Blood” di Medan dan Jakarta.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 3-4 Juni 2026 dalam rangka memperingati Deklarasi Perdamaian Dunia yang diperingati setiap 25 Mei.
Melalui kegiatan ini, HWPL dan IPYG berupaya menghubungkan pesan perdamaian dengan aksi kemanusiaan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Selain membantu pemenuhan kebutuhan darah, kampanye ini juga bertujuan menumbuhkan semangat berbagi, tanggung jawab sosial, dan solidaritas sebagai bagian dari budaya damai.
Di Medan, kegiatan donor darah digelar pada 3 Juni 2026 di Hall IGN Washington Purba Universitas Sari Mutiara Indonesia atau USM. Kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama dengan Palang Merah Indonesia atau PMI dan Universitas Sari Mutiara Indonesia.
Sebanyak 130 peserta mengikuti kegiatan tersebut dan berhasil mengumpulkan 68 kantong darah.
Kegiatan di Medan turut dihadiri Pendiri Universitas Sari Mutiara Indonesia sekaligus anggota Komite Hukum Internasional HWPL, Parlindungan Purba. Hadir pula Rektor Universitas Sari Mutiara Indonesia, Prof Dr Dra Ivan Elisabeth Purba, SH, MKes.
Sementara itu, kegiatan di Jakarta berlangsung pada 4 Juni 2026 di Auditorium Dr H Abdul Rajak, Lantai 5, Universitas Mohammad Husni Thamrin.
Program ini digelar melalui kerja sama dengan Universitas Mohammad Husni Thamrin, T-Preneur, PMI, serta Unit Transfusi Darah Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta.
Di Jakarta, kegiatan donor darah diikuti 88 peserta dan berhasil mengumpulkan 49 kantong darah.
Sejumlah tamu turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Rektor Universitas Mohammad Husni Thamrin, Dr Ningky Sasanti Munir, MBA, MA, Dr Ajeng Tias Endarti, SKM, M.Comm Health, serta Cipto D Kumolo, SPd, MARS, yang mewakili universitas.
Secara keseluruhan, kampanye donor darah di Medan dan Jakarta melibatkan 218 peserta. Dari kegiatan tersebut terkumpul 117 kantong darah yang akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.
Selain donor darah, peserta juga mengikuti sesi peningkatan kesadaran tentang perdamaian. Mereka berdiskusi mengenai peran tindakan sederhana, seperti kerelawanan dan kepedulian sosial, dalam membangun masyarakat yang lebih kuat dan peduli.
Parlindungan Purba menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin. Ia berharap kemitraan dengan HWPL dan IPYG dapat terus berlanjut melalui berbagai kegiatan perdamaian di Medan pada masa mendatang.
Perwakilan IPYG di Medan, Evi, juga menyampaikan terima kasih atas antusiasme mahasiswa, dosen, dan masyarakat yang ikut berpartisipasi.
Menurutnya, tingginya partisipasi berbagai pihak menunjukkan bahwa aksi kolektif dapat memberi kontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat solidaritas sosial.
Ketua IPYG Indonesia, Tiurma, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam membentuk masa depan yang lebih baik.
“Aksi kemanusiaan yang dilaksanakan di Medan dan Jakarta menunjukkan bahwa generasi muda tidak hanya berbicara tentang perubahan, mereka mengambil tindakan nyata. Kami berterima kasih kepada setiap peserta yang telah menyingsingkan lengan baju dan memilih untuk memberi bagi sesama,” ujarnya.
Ia berharap semangat kerelawanan tersebut dapat terus dijaga dan diperluas.
“Mari terus menyatukan hati untuk Indonesia, karena pemuda hari ini adalah cerminan Indonesia di masa depan,” tambahnya.
Sebagai organisasi perdamaian internasional, HWPL mendorong perdamaian berkelanjutan melalui kerangka hukum, dialog antaragama, pendidikan perdamaian, dan berbagai inisiatif kemanusiaan.
Penyelenggara berharap kampanye ini dapat membuka peluang kerja sama yang berkelanjutan dengan perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, dan kelompok masyarakat.
Dengan begitu, semakin banyak generasi muda dapat berkontribusi melalui kegiatan kerelawanan dan pelayanan kemanusiaan. (*/J)









