BORNEONEWS, Jakarta - Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI mendukung pelaksanaan skrining hepatitis melalui program Cek Kesehatan Gratis atau CKG.
Meski demikian, IDAI mengingatkan agar pemeriksaan dini tersebut tidak berhenti pada proses deteksi, tetapi harus diikuti dengan penanganan yang jelas bagi pasien yang terdiagnosis.
Ketua Umum PP IDAI, Dr dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA, Subsp Kardio(K), mengatakan skrining menjadi langkah penting untuk menemukan kasus hepatitis sejak dini, khususnya pada anak.
Namun, menurutnya, manfaat skrining akan berkurang apabila tidak disertai tindak lanjut berupa pengobatan, pemantauan, dan pendampingan pasien.
“Skrining itu bagus, tapi harus ada follow-up-nya. Jangan sampai hanya jadi gimik. Begitu ditemukan anak yang positif, tindak lanjutnya harus jelas,” kata Piprim saat kegiatan puncak HUT ke-72 IDAI di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Minggu, 14 Juni 2026.
Piprim menegaskan, IDAI siap bekerja sama dalam mendukung pelaksanaan skrining hepatitis sekaligus menindaklanjuti hasil pemeriksaan pada anak.
“IDAI siap bekerja sama untuk menindaklanjuti hasil skrining tersebut,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa pemerintah tengah menggalakkan program Cek Kesehatan Gratis untuk meningkatkan cakupan skrining hepatitis B dan C.
Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mengejar target Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO dalam memperluas deteksi dini penyakit.
Budi menyebut, pemerintah menargetkan program CKG dapat menjangkau 136 juta orang pada 2026. Jumlah itu meningkat dibanding target 2025 sebanyak 70 juta orang.
Upaya ini dilakukan untuk mempercepat deteksi berbagai penyakit, termasuk gangguan hati yang disebabkan oleh hepatitis B dan C.
Selain mendukung skrining, Piprim juga menekankan pentingnya pencegahan hepatitis sejak dini melalui imunisasi.
Ia menjelaskan, hepatitis B dan hepatitis A termasuk penyakit yang dapat dicegah melalui vaksinasi. Karena itu, cakupan imunisasi perlu terus ditingkatkan.
Menurutnya, pemberian vaksin hepatitis B segera setelah bayi lahir merupakan langkah penting untuk mencegah infeksi yang dapat berdampak pada kesehatan anak saat dewasa.
“Sangat penting memberikan vaksin Hepatitis B segera setelah anak lahir untuk mencegah masalah kesehatan saat dia dewasa nanti,” katanya.
IDAI menilai pencegahan melalui imunisasi dan deteksi dini lewat skrining harus berjalan beriringan.
Dengan langkah tersebut, beban penyakit hepatitis pada anak di Indonesia diharapkan dapat ditekan secara lebih optimal.
ANTARA









