JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta - Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI memperkenalkan metode 4P sebagai panduan sederhana bagi masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama pada anak saat kondisi darurat.

Metode tersebut disiapkan agar masyarakat lebih mudah memahami langkah Bantuan Hidup Dasar atau BHD sebelum anak mendapatkan pertolongan medis.

Ketua Unit Kerja Koordinasi Emergensi dan Terapi Intensif Anak atau ETIA IDAI, dr Yogi Prawira, SpA, Subsp ETIA(K), mengatakan keterampilan BHD penting dimiliki masyarakat.

Menurutnya, orang pertama yang berada di sekitar anak saat terjadi kegawatdaruratan sering kali bukan tenaga kesehatan, melainkan orang tua, guru, keluarga, atau warga yang berada di lokasi.

“Mungkin teman-teman sering mendengar berita ada anak tenggelam, tersedak, atau kesetrum. Saat terjadi kegawatdaruratan, seringkali yang ada di sekitar anak itu bukan tenaga medis, melainkan orang tua, guru, atau bahkan orang yang cuma lewat,” kata Yogi di sela kegiatan puncak HUT ke-72 IDAI di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Minggu, 14 Juni 2026.

Yogi menjelaskan, IDAI menyusun metode yang lebih mudah diingat masyarakat karena tahapan BHD umumnya menggunakan istilah medis dan bahasa Inggris.

“Karena algoritma BHD itu banyak dan mayoritas bahasa Inggris, kami dari IDAI menyusun satu algoritma yang cepat dan mudah direspons. Prinsipnya simpel, yaitu 4P: Periksa, Panggil, Pijat, Pasang,” ujarnya.

Langkah pertama adalah Periksa. Pada tahap ini, masyarakat diminta mengecek kesadaran dan pernapasan anak dengan memanggil nama korban, menepuk bahu, atau memperhatikan ada tidaknya gerakan napas.

Jika anak tidak merespons, langkah berikutnya adalah Panggil. Masyarakat perlu segera menghubungi layanan darurat melalui nomor 112 atau 119, sekaligus meminta bantuan medis.

Tahap selanjutnya adalah Pijat, yakni melakukan resusitasi jantung paru atau RJP sesuai usia anak. Pada bayi di bawah satu tahun, pijatan dilakukan menggunakan dua ibu jari di bagian tengah dada.

Sementara pada anak yang lebih besar, pijatan dada dapat dilakukan menggunakan satu atau dua tangan sesuai kondisi korban.

Langkah terakhir adalah Pasang, yaitu menggunakan Automated External Defibrillator atau AED apabila alat tersebut tersedia di lokasi kejadian.

Yogi mengatakan AED dapat digunakan masyarakat awam karena dilengkapi petunjuk suara yang memandu pengguna saat memberikan pertolongan.

Ia menambahkan metode 4P dapat diterapkan pada berbagai kondisi darurat yang menyebabkan anak tidak sadar, tidak bernapas, dan tidak merespons. Kondisi tersebut dapat terjadi akibat tenggelam, tersedak, sengatan listrik, maupun penyebab lainnya.

“Prinsipnya, Bantuan Hidup Dasar ini dikerjakan saat anak tidak sadar, tidak bernapas, dan tidak merespons, apapun penyebabnya,” katanya.

Edukasi Bantuan Hidup Dasar menjadi salah satu kegiatan yang digelar IDAI dalam peringatan HUT ke-72. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat pada anak.

ANTARA