BORNEONEWS, Jakarta - Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI mengimbau orang tua tidak memberikan paparan layar gawai kepada anak berusia di bawah dua tahun.
Ketua Umum PP IDAI, Dr dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA, Subsp Kardio(K), mengatakan anak di bawah dua tahun sebaiknya menerapkan zero screen time atau tanpa paparan layar sama sekali.
“Kami mengimbau agar anak di bawah 2 tahun harusnya zero screen time,” kata Piprim saat kegiatan puncak HUT ke-72 IDAI di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Minggu, 14 Juni 2026.
Menurutnya, paparan gawai sejak usia dini dapat meningkatkan risiko gangguan tumbuh kembang anak.
Penggunaan gawai yang berlebihan tidak hanya membuat aktivitas fisik anak berkurang, tetapi juga dapat memengaruhi kemampuan komunikasi dan interaksi sosial.
Piprim menyebut tren penggunaan gawai pada anak usia dini menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap munculnya berbagai masalah perkembangan.
“Selain penyakit metabolik, ada juga gangguan perkembangan seperti keterlambatan bicara atau speech delay hingga virtual autism,” ujarnya.
Ia menilai sebagian orang tua masih kerap menggunakan gawai untuk membuat anak tenang saat mereka beraktivitas.
Padahal, kebiasaan tersebut dapat membuat anak semakin terbiasa dengan perangkat elektronik dan sulit dikendalikan penggunaannya.
“Orang tua seringkali senang anaknya anteng melihat gadget agar mereka bisa asyik sendiri dengan media sosial, padahal itu bisa menyebabkan gangguan perkembangan serius,” katanya.
Selain gangguan perkembangan, IDAI juga menyoroti meningkatnya kasus penyakit akibat gaya hidup pada anak atau new lifestyle diseases.
Beberapa di antaranya obesitas, hipertensi, dan diabetes melitus tipe 2 yang mulai muncul pada usia lebih muda.
Menurut Piprim, kondisi tersebut berkaitan dengan pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, serta meningkatnya waktu anak di depan layar.
Karena itu, IDAI mengingatkan orang tua agar membatasi penggunaan gawai sesuai usia anak.
Orang tua juga diharapkan mendorong anak lebih aktif bergerak, bermain, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar agar tumbuh kembangnya berjalan optimal.
ANTARA









