BORNEONEWS, Kuala Kurun - Anggota DPRD Gunung Mas, Pendeta Rayaniatie Djangkan menyebut pelayanan di BLUD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kuala Kurun sering dikeluhkan masyarakat, terutama pasien yang sedang berobat.

"Ketersediaan obat yang minim. Memang saya sudah beberapa kali monitoring ke rumah sakit menjenguk para pasien. Mereka mengeluh pelayanan yang kurang maksimal," kata Rayaniatie saat dibincangi wartawan seusai mengahadiri ibadah dan perayaan Natal di Gereja Berkat Iman, Kamis (5/1/2017) malam.

Menurut Rayaniatie, anggaran RSUD Kuala Kurun sudah memadai, terutama untuk obat, namun masih ada permasalahan di manajemen rumah sakit sebagai penyebab pelayanan rumah sakit sering dikeluhan, terutama ketersedian obat.

“Untuk kekurangan obat saya kira itu manajeman mereka saja di dalam itu tidak jalan. Kalau anggaran dan sebagainya saya kira tidak minim, itu kan sudah teranggarkan untuk obat,” tegas politisi PAN itu.

Ia menambahkan, kalangan DPRD sudah beberapa kali memberikan saran kepada pemerintah daerah terkait minimnya fasilitas dan pelayanan RSUD Kuala Kurun. Bahkan katanya ruang VIV saja ada beberapa yang sudah tidak terpakai.

"Sebagai pengguna anggaran harusnya tahu apa yang menjadi kebutuhan di rumah sakit. Saya sudah bosan melihat keadaan di rumah sakit. Harapan ada roling pejabat di rumah sakit kemarin, tapi ternyata tidak ada,” keluhnya. (EPRA SENTOSA/B-6)