BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mencatat capaian vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap ternak sapi mencapai 700 dosis pada bulan Juni 2026. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya daerah mendukung program nasional pengendalian PMK guna mencegah penyebaran penyakit dan meningkatkan kekebalan kelompok atau herd immunity pada ternak.
Kepala Distan Kobar Riza Pahlevi ,Senin, 15 Juni 2026 mengatakan, keberhasilan pelaksanaan vaksinasi tersebut tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari petugas kesehatan hewan, peternak, pemerintah desa hingga seluruh pihak terkait di lapangan.
"Capaian vaksinasi PMK sebanyak 700 dosis pada Juni 2026 ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara petugas kesehatan hewan, peternak, pemerintah desa, dan semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaannya," kata Riza Pahlevi.
Menurut Riza Pahlevi, program vaksinasi PMK merupakan bagian dari dukungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat terhadap strategi nasional pengendalian PMK yang terus digencarkan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian.
"Program ini merupakan bagian dari upaya kita mendukung program nasional pengendalian PMK. Kementerian Pertanian juga tengah menggalakkan Bulan Vaksinasi PMK serta menyediakan jutaan dosis vaksin untuk daerah-daerah endemik," jelas Riza Pahlevi.
Riza Pahlevi mengatakan, sasaran vaksinasi adalah ternak sapi yang memenuhi persyaratan untuk diberikan vaksin. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kesehatan dan produktivitas ternak sekaligus memastikan ketersediaan pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal bagi masyarakat.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Distan Kobar, Gusti M. Sofyannoor, berharap partisipasi peternak terus meningkat agar cakupan vaksinasi semakin luas.
"Tujuan utama dari vaksinasi ini adalah terbentuknya herd immunity atau kekebalan kelompok pada populasi ternak. Dengan semakin banyak ternak yang tervaksin, risiko penyebaran PMK dapat ditekan," jelas Gusti M. Sofyannoor.
Gusti M. Sofyannoor menilai keterlibatan aktif peternak sangat menentukan keberhasilan program tersebut.
"Kami berharap para peternak dapat berpartisipasi aktif dengan membawa ternaknya untuk divaksin sesuai jadwal yang ditetapkan petugas. Upaya pengendalian PMK akan lebih efektif apabila dilakukan secara bersama-sama," jelas Gusti M. Sofyannoor.
Selain pelaksanaan vaksinasi, Distan Kobar juga melakukan berbagai kegiatan pendukung berupa edukasi kepada peternak mengenai penerapan biosekuriti, pentingnya pelaporan dini apabila ditemukan gejala PMK pada ternak, hingga pengawasan lalu lintas ternak.
Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah daerah berharap risiko penularan PMK dapat terus ditekan, status kesehatan ternak tetap terjaga, serta kepercayaan masyarakat terhadap produk peternakan semakin meningkat.
Di sisi lain, keberhasilan pengendalian PMK juga diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan asal hewan di Kabupaten Kotawaringin Barat, sehingga masyarakat memperoleh produk pangan yang aman dan berkualitas. (WAHYU KRIDA/Y)









