BORNEONEWS, Pulang Pisau – Wakil Bupati Pulang Pisau Ahmad Jayadikarta mendukung rencana kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia FIFA 2026 yang diinisiasi pemerintah sebagai salah satu upaya mendorong perputaran ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.
Hal tersebut disampaikannya usai mengikuti Zoom Meeting Rapat Pengendalian Inflasi yang dipimpin Menteri Dalam Negeri, Senin, 15 Juni 2026.
Dalam rapat tersebut, Mendagri menyampaikan rencana pelaksanaan nobar Piala Dunia yang akan dipusatkan pada 19 Juli 2026. Menurut Jayadikarta, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga dapat meningkatkan aktivitas ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Momen ini disampaikan Pak Mendagri selain membahas pengendalian inflasi juga terkait pelaksanaan nonton bareng Piala Dunia pada 19 Juli. Tujuannya tidak lain untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan mengaktifkan kegiatan ekonomi kita," kata Jayadikarta.
Ia mengaku sepakat dengan gagasan tersebut karena diyakini mampu menarik keramaian dan meningkatkan daya beli masyarakat. Bahkan, ia berencana mengusulkan kepada Bupati Pulang Pisau agar pelaksanaan pameran daerah yang semula dijadwalkan berlangsung pada 5 hingga 12 Juli dapat disesuaikan dengan agenda nobar tersebut.
"Saya akan menyampaikan kepada Bupati, jika memungkinkan kegiatan pameran yang sebelumnya berakhir 12 Juli bisa diundur hingga 19 Juli. Jadi penutupannya bersamaan dengan kegiatan nonton bareng," ujar Jayadikarta.
Menurutnya, penggabungan dua agenda tersebut akan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi pelaku UMKM karena jumlah pengunjung diperkirakan meningkat signifikan saat masyarakat berkumpul menyaksikan pertandingan Piala Dunia.
"Kalau ramai orang menonton bareng, UMKM kita tentu berpeluang mendapatkan hasil yang lebih baik dibanding hari-hari biasa. Ini yang ingin kita dorong agar ekonomi masyarakat semakin bergerak," tambahnya.
Jayadikarta berharap sinergi antara kegiatan hiburan masyarakat dan promosi produk lokal dapat menjadi salah satu langkah efektif dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus mendukung kesejahteraan pelaku usaha di Kabupaten Pulang Pisau. (RETHA/H)









