SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Sebanyak 53 sekolah dasar dan madrasah baik swasta maupun negeri di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang mengikuti Expo Education 2026 yang digelar di Borneo Citimall Sampit. Kegiatan tersebut menjadi ajang menampilkan kreativitas siswa, inovasi pembelajaran, serta kolaborasi antar satuan pendidikan.

"Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wadah untuk menampilkan hasil karya, kreativitas serta inovasi pembelajaran di lingkungan sekolah dasar se-Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Selain itu, kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan kami di tingkat dasar terhadap transformasi pendidikan, khususnya dalam implementasi pembelajaran mendalam serta penguatan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat sejak dini di Kotim," kata Ketua Panitia Wagiman, Senin, 15 Juni 2026.

Ia menjelaskan, Expo Education tahun ini mengangkat tema bergerak bersama, maju bersama mewujudkan pembelajaran mendalam melalui kreativitas dan kolaborasi lintas generasi.

Tema tersebut dipilih untuk mendorong sinergi antara sekolah, guru, siswa, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inovatif dan berkualitas.

Seluruh sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah, baik negeri maupun swasta di wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

"Kegiatan Expo Education 2026 ini diikuti oleh seluruh satuan pendidikan sekolah dasar SD/MI baik negeri maupun swasta di wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Masing-masing sekolah berpartisipasi menampilkan produk unggulan, hasil karya seni siswa, media pembelajaran kreatif buatan guru hingga unjuk bakat seni dari siswa-siswi sekolah dasar," ujarnya.

Total peserta yang terlibat berasal dari delapan gugus pendidikan yang mencakup 53 sekolah, terdiri dari 35 SD Negeri, 13 SD Swasta, satu Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), tiga Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS), serta satu Sekolah Rakyat.

Berbagai produk dan karya yang ditampilkan meliputi hasil kerajinan siswa, media pembelajaran inovatif, karya seni, hingga penampilan bakat di bidang seni dan budaya.

Wagiman menambahkan, pelaksanaan kegiatan tersebut didukung melalui dana swadaya sekolah yang tergabung dalam Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) SD Hasien, kontribusi para peserta, serta dukungan sponsor yang tidak mengikat.

"Anggaran pelaksanaan kegiatan ini bersumber dari dana swadaya sekolah yang tergabung dalam KKKS SD Hasien, kontribusi partisipan serta dukungan dari berbagai pihak sponsor yang tidak mengikat," tambahnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

"Kami berterima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kepala sekolah, bapak dan ibu guru pendamping, Korwil Dinas Pendidikan, serta seluruh panitia yang telah mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran demi suksesnya acara ini," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/H)