PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) menyatakan dukungannya terhadap upaya menjadikan Merauke dan Manado sebagai Kota Musik Dunia. Dukungan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KSBN 2026 yang dirangkaikan dengan pengukuhan Natalia, sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) KSBN Kalimantan Tengah periode 2026–2031 di Ballroom Hotel Neo Palangka Raya.

Ketua Umum KSBN, Hendardji Soepandji, mengatakan kedua daerah tersebut memiliki kekuatan budaya serta sumber daya manusia yang mumpuni di bidang musik sehingga layak diperjuangkan untuk memperoleh pengakuan yang lebih luas.

"Dalam Rakernas 2026 ini, KSBN memberikan dukungan terhadap upaya menjadikan Merauke dan Manado sebagai Kota Musik Dunia. Kedua daerah memiliki potensi budaya yang kuat dan talenta-talenta musik yang luar biasa," ujarnya dalam rilis yang diterima Borneonews pada Senin, 15 Juni 2026.

Menurut Hendardji, perjuangan tersebut akan dilakukan secara bertahap mulai dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat. Langkah itu diharapkan dapat membuka jalan bagi pengakuan di tingkat internasional.

"Semoga perjuangan ini bisa berhasil karena Merauke dan Manado ini kan banyak orang yang punya keahlian khusus di bidang musik. Kekuatannya, kearifan lokalnya itu kuat sekali di bidang musik. Tidak hanya di bidang musik, tapi juga orkestra yang bisa mewarnai musik orkestra Nusantara," tuturnya.

Ia menilai pengembangan sektor musik tidak hanya berkaitan dengan seni pertunjukan, tetapi juga dapat menjadi sarana memperkuat identitas budaya, meningkatkan ekonomi kreatif, serta memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia.

Dalam kesempatan itu, Hendardji juga menegaskan pentingnya menjadikan kearifan lokal sebagai fondasi dalam pengembangan seni dan budaya di seluruh daerah.

"Angkat seni dan budaya sesuai kearifan lokal, sebab setiap daerah memiliki kekayaan budaya yang menjadi identitas dan kebanggaan masyarakatnya. Kalimantan Tengah sendiri memiliki warisan seni dan budaya yang sangat kaya," katanya.

Ia menambahkan, budaya merupakan rumah bersama bagi para seniman untuk berkarya sekaligus memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara. Karena itu, keberadaan organisasi seperti KSBN diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pelaku seni, pemerintah, dan masyarakat.

Sementara itu, Natalia yang kembali dipercaya memimpin DPW KSBN Kalimantan Tengah periode 2026–2031 menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong pelestarian seni dan budaya daerah berbasis kearifan lokal.

Kegiatan pengukuhan dan Rakernas tersebut diikuti 11 Dewan Pengurus Cabang (DPC) KSBN se-Kalimantan Tengah, 59 sanggar seni binaan di Kota Palangka Raya, serta perwakilan pengurus KSBN dari berbagai daerah di Indonesia.

Melalui Rakernas 2026, KSBN tidak hanya menyusun program kerja organisasi, tetapi juga memperkuat berbagai agenda strategis kebudayaan nasional, termasuk mendorong pengakuan terhadap daerah-daerah yang memiliki kekuatan seni dan budaya unggulan agar dapat dikenal di tingkat dunia. (TESTI PRISCILLA/H)