BORNEONEWS, Sampit – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotawaringin Timur (Kotim) menyiapkan lanting atau dermaga terapung dan jalan titian sebagai sarana tambat perahu untuk mengembangkan wisata Pulau Hanibung.
"Ada aset lanting milik Dinas Lingkungan Hidup yang saat ini sudah berpindah asetnya ke Disbudpar Kotim. Itu yang akan kami tempatkan di Pulau Hanibung sebagai tempat tambat perahu pengunjung," kata Kepala Disbudpar Kotim Ramadansyah, Senin, 15 Juni 2026.
Selain penyediaan dermaga terapung, Disbudpar juga berencana menugaskan petugas khusus di kawasan wisata tersebut untuk melakukan pengawasan sekaligus menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Di samping itu, pembangunan jalan titian juga menjadi bagian dari rencana pengembangan agar wisatawan dapat menjangkau area bagian dalam Pulau Hanibung dengan lebih mudah dan aman.
"Nanti juga akan kita tempatkan satu orang petugas untuk melakukan pengawasan. Kemudian akan dibikin jalan titian sebagai akses menuju area bagian dalam Pulau Hanibung," ujarnya.
Ramadansyah mengungkapkan, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) terkait peluang menghadirkan satwa yang aman bagi pengunjung. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat konsep wisata edukasi sekaligus konservasi di kawasan tersebut.
Menurutnya, pengembangan Pulau Hanibung terus dilakukan secara bertahap meski belum memiliki anggaran khusus. Ia menilai potensi wisata alam dapat dikembangkan melalui konsep sederhana yang tetap mengedepankan keaslian lingkungan.
"Sejauh ini pengembangan Pulau Hanibung terus berjalan walaupun dengan menggunakan anggaran yang terbatas dan tidak adanya anggaran khusus. Sebenarnya pengembangan pulau itu tidak harus kita keluarkan anggaran besar. Pulau itu memang dikonsep untuk masyarakat bisa menikmati keindahan alam di pulau tersebut," tuturnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pengembangan Pulau Hanibung juga tidak lepas dari dukungan masyarakat. Sejumlah warga Kecamatan Kota Besi telah berinisiatif membuka layanan perahu susur sungai yang menjadi akses menuju pulau tersebut.
Selain itu, beberapa komunitas dan pemerhati lingkungan turut berpartisipasi dengan melakukan penanaman berbagai jenis pohon buah-buahan guna memperkaya vegetasi dan menjaga keseimbangan ekosistem kawasan wisata.
"Kami juga terus mendorong masyarakat yang ingin bersama-sama mengembangkan pulau tersebut, seperti sebelumnya ada warga Kecamatan Kota Besi yang membuat perahu susur sungai menuju Pulau Hanibung dan sejumlah pemerhati lingkungan yang juga melakukan penanaman pohon buah-buahan di pulau tersebut," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/J)









