BORNEONEWS, Sampit – Staf Ahli Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Muslih menilai sejumlah karya dan inovasi siswa yang ditampilkan dalam Expo Education Mentawa Baru Ketapang 2026 dinilai memiliki potensi untuk dipasarkan secara luas.
"Dari stand-stand tadi, ada beberapa kreativitas dari anak-anak kita yang saya apresiasi," kata Muslih saat menghadiri Expo Education Mentawa Baru Ketapang 2026, Senin, 15 Juni 2026.
Salah satu produk yang menarik perhatian adalah kerajinan berbahan dasar sisik ikan jelawat. Produk tersebut dinilai unik dan memiliki potensi untuk dipasarkan melalui Swalayan UMKM milik pemerintah daerah.
"Contohnya adalah ada satu produk dari sisik ikan jelawat. Itu tadi saya minta untuk bisa dibuat dan nanti kami akan masukkan di Swalayan UMKM. Karena ini hubungannya saya selaku Plt Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan," ujarnya.
Selain itu, Muslih juga mengapresiasi hasil karya berupa pakaian yang dibuat siswa dengan memanfaatkan pewarna makanan sebagai bahan pewarna kain. Produk tersebut dinilai memiliki daya tarik tersendiri dan berpotensi menjadi produk kreatif unggulan.
"Dan juga ada satu produk baju olahan anak-anak. Bajunya itu dihasilkan dari pewarna makanan sehingga lumayan menarik. Saya tadi juga apresiasi dan memesan 10 untuk kami taruh di Swalayan UMKM," tambahnya.
Produk lain yang mendapat perhatian adalah sofa hasil daur ulang sampah. Menurut Muslih, produk tersebut memiliki kualitas yang cukup baik dan layak digunakan pada berbagai tempat usaha seperti kafe.
"Termasuk ada sofa dari daur ulang sampah yang nanti mungkin akan kami minta beberapa kafe bisa menggunakan sofa tersebut. Itu lumayan bagus untuk digunakan di tempat-tempat nongkrong seperti kafe. Mudah-mudahan nanti kami coba hubungkan dengan beberapa pengelola kafe untuk bisa mengambil produk itu," katanya.
Muslih menilai Expo Education menjadi wadah yang efektif untuk menampilkan hasil pembelajaran sekaligus mengasah kreativitas peserta didik sejak usia dini. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan di kecamatan lain agar semakin banyak inovasi siswa yang muncul dan mendapat perhatian masyarakat.
"Ini luar biasa sekali. Mudah-mudahan ini menjadi kegiatan yang bisa ditiru oleh kecamatan lain untuk menampilkan berbagai inovasi dan kreativitas siswa di masing-masing gugus atau KKKS. Sehingga segala sesuatu yang dihasilkan dari pendidikan itu betul-betul dirasakan manfaatnya," tuturnya.
Expo Education Mentawa Baru Ketapang 2026 sendiri diikuti delapan gugus pendidikan yang mencakup 53 sekolah. Pesertanya terdiri atas 35 SD Negeri, 13 SD Swasta, satu Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), tiga Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS), serta satu Sekolah Rakyat. (DEWI PATMALASARI/j)









