BORNEONEWS, Nanga Bulik – Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra mendorong pelestarian padi lokal yang selama ini menjadi bagian dari tradisi masyarakat Dayak Tomun di wilayah pedalaman Lamandau. Salah satunya melalui kebiasaan menanam beras merah yang masih dijaga warga Desa Benakitan, Kecamatan Batang Kawa.
Rizky menilai, beras merah bukan sekadar komoditas pangan. Di tengah masyarakat Dayak Tomun, tanaman padi lokal tersebut memiliki nilai budaya karena telah diwariskan secara turun-temurun dan masih digunakan dalam berbagai kegiatan adat.
"Selain sebagai sumber makanan pokok, beras merah bersama dengan beras hitam juga memiliki peran penting dalam berbagai upacara adat yang dilakukan oleh komunitas Dayak Tomun. Sehingga meskipun jumlahnya tidak banyak, tapi setiap tahun warga selalu menanam," ujarnya.
Tradisi menanam padi lokal di daerah tersebut masih dilakukan dengan cara tradisional. Masyarakat menggunakan teknik manugal, yakni menanam padi di lahan perbukitan yang disiapkan sesuai kebiasaan turun-temurun.
Cara bertani ini berbeda dengan pola persawahan dataran rendah. Pengolahan lahan dan penanaman dilakukan menyesuaikan kondisi alam setempat, sehingga tetap dekat dengan prinsip kearifan lokal dan ramah terhadap lingkungan.
Tidak hanya saat menanam, proses panen juga masih mempertahankan cara manual. Padi tidak dipotong dari batang bagian bawah, tetapi dipetik satu per satu pada tangkainya. Meski membutuhkan waktu lebih lama, cara ini menjadi bagian dari penghormatan terhadap nilai budaya yang melekat pada tanaman padi.
Rizky menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang tetap konsisten menjaga tradisi bertani padi lokal. Menurutnya, kebiasaan tersebut perlu terus dipertahankan karena memiliki nilai penting bagi identitas budaya, ketahanan pangan, dan keberlanjutan lingkungan.
"Saya harap tradisi menanam padi lokal ini tetap dipertahankan dan bahkan dapat dikembangkan ke depannya. Ini bisa jadi ciri khas dan keunggulan daerah," katanya.
Ia menegaskan, pelestarian padi lokal juga sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat Lamandau, terutama di wilayah pedalaman. Dengan menjaga tanaman lokal, masyarakat tidak hanya mempertahankan sumber pangan, tetapi juga merawat warisan budaya yang bernilai bagi generasi berikutnya.
Pemkab Lamandau, lanjutnya, akan terus mendukung upaya masyarakat dalam menjaga tradisi pertanian lokal agar tetap hidup dan dapat memberikan manfaat ekonomi maupun sosial bagi warga.









