TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Kalimantan Tengah, Diplan, kembali menegaskan tiga program prioritas organisasi yang menjadi fokus perjuangan PGRI, yakni peningkatan kesejahteraan guru, perlindungan hukum bagi guru, serta peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru.

Penegasan tersebut disampaikan Diplan saat mengukuhkan Bunda Guru PGRI dan Kelengkapan Organisasi PGRI Kabupaten Barito Timur di Rumah Jabatan Bupati Barito Timur, Senin, 15 Juni 2026.

Dalam sambutannya, Diplan menekankan bahwa ketiga program tersebut merupakan fondasi utama yang harus terus diperjuangkan oleh seluruh jajaran PGRI, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Menurutnya, organisasi profesi guru tidak hanya berperan sebagai wadah berhimpun, tetapi juga harus hadir memperjuangkan kepentingan dan kebutuhan para guru.

“Kita memiliki tiga program utama yang terus menjadi fokus perjuangan PGRI, yaitu kesejahteraan guru, perlindungan hukum guru, dan peningkatan kompetensi guru. Ketiga hal ini harus berjalan beriringan agar profesi guru semakin kuat dan bermartabat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, peningkatan kesejahteraan guru menjadi aspek penting karena berpengaruh terhadap motivasi dan kualitas pelayanan pendidikan. Di sisi lain, guru juga memerlukan perlindungan hukum agar dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional tanpa rasa khawatir menghadapi persoalan hukum yang berkaitan dengan tugas pendidikan.

Selain itu, Diplan menilai peningkatan kompetensi harus menjadi perhatian serius di tengah perkembangan teknologi dan perubahan dunia pendidikan yang berlangsung cepat. Guru dituntut terus belajar dan beradaptasi agar mampu menghadirkan pembelajaran yang berkualitas bagi peserta didik.

“Guru harus terus meningkatkan kemampuan dan profesionalismenya. Tantangan pendidikan semakin kompleks, sehingga kompetensi guru harus terus diperkuat melalui pelatihan, pengembangan diri, dan berbagai program peningkatan kapasitas,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Diplan juga mengapresiasi pengukuhan Bunda Guru PGRI serta kelengkapan organisasi PGRI Kabupaten Barito Timur yang dinilai sebagai langkah penting untuk memperkuat soliditas organisasi. Ia berharap seluruh pengurus yang telah dikukuhkan dapat menjalankan amanah dengan baik dan mampu menggerakkan program-program organisasi hingga ke tingkat akar rumput.

Menurutnya, sinergi antara PGRI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan menjadi kunci dalam mewujudkan peningkatan kualitas pendidikan di Barito Timur. Dengan dukungan organisasi yang kuat dan program yang terarah, ia optimistis kesejahteraan, perlindungan, dan kompetensi guru di daerah tersebut akan semakin meningkat.

“Kami berharap kepengurusan yang telah dikukuhkan dapat bekerja secara aktif dan kolaboratif. Ketika guru sejahtera, terlindungi, dan kompetensinya meningkat, maka kualitas pendidikan juga akan semakin baik,” tandasnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)