KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Di tengah derasnya arus hiburan digital yang serba instan, sekelompok anak muda di Kuala Kapuas memilih cara berbeda untuk berkumpul. Mereka tidak datang untuk bermain gim atau sekadar berswafoto, melainkan bergantian berdiri di depan puluhan pasang mata, memegang mikrofon, lalu mencoba membuat orang lain tertawa lewat cerita kehidupan mereka sendiri.

Suasana itulah yang terlihat dalam kegiatan Open Mic Stand Up Indo Kapuas yang kembali digelar di KOBA.ID, Jalan Ahmad Yani, Kuala Kapuas baru-baru ini. Tawa penonton pecah bergantian saat para komika membawakan materi, mulai dari pengalaman pribadi, keresahan sehari-hari, hingga fenomena sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Bagi sebagian orang, stand up comedy mungkin hanya dianggap hiburan. Namun bagi komunitas ini, panggung kecil tersebut menjadi ruang belajar yang tidak semua anak muda berani jalani. Berdiri sendirian di depan publik, menyusun cerita, lalu mempertanggungjawabkan setiap kalimat yang keluar membutuhkan keberanian yang tidak sedikit.

Pegiat Komunitas Stand Up Indo Kapuas, Dzikri Maulana Hasan, mengatakan kegiatan open mic dilaksanakan secara rutin setiap bulan sebagai upaya membangkitkan kembali semangat berkarya generasi muda melalui seni komedi tunggal.

Menurut Dzikri, komunitas Stand Up Indo Kapuas sebenarnya telah berdiri sejak 2014. Namun aktivitas komunitas sempat berhenti sejak 2019 hingga akhirnya para anggota kembali berinisiatif menghidupkannya tahun ini melalui latihan dan kegiatan panggung terbuka secara berkala.

"Open mic ini menjadi wadah bagi anak-anak muda untuk berani berbicara, menyampaikan gagasan, sekaligus mengembangkan kreativitas. Kami ingin stand up comedy kembali hidup di Kapuas," ujarnya kepada Borneonews, Senin, 15 Juni 2026.

Lebih dari sekadar mencari tawa, Dzikri menilai stand up comedy juga dapat membantu meningkatkan literasi verbal generasi muda. Melalui proses menulis materi dan tampil di depan publik, para peserta belajar menyusun argumentasi, mengolah pengalaman hidup, serta menyampaikan pesan dengan cara yang lebih menarik dan mudah diterima.

Ia berharap komunitas yang kembali aktif tersebut dapat menjadi ruang positif bagi anak-anak muda Kapuas untuk menyalurkan ide dan keresahan secara kreatif. Melalui komedi, berbagai persoalan sosial maupun pengalaman pribadi dapat disampaikan secara ringan, namun tetap memiliki makna dan nilai edukasi bagi masyarakat yang mendengarkannya. (SABRIANOOR/J)