BORNEONEWS, Nanga Bulik – Pemerintah Kabupaten Lamandau memperkuat pembenahan data kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN sebagai langkah percepatan menuju Universal Health Coverage atau UHC. Akurasi data dinilai menjadi dasar penting agar layanan kesehatan bagi masyarakat dapat berjalan lebih tepat sasaran.
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra mengatakan, percepatan UHC harus dimulai dari validasi dan pembaruan data masyarakat, terutama yang masuk dalam kepesertaan BPJS Penerima Bantuan Iuran atau PBI Pemda.
“Data harus benar-benar akurat agar kepesertaan dan layanan BPJS PBI-Pemda bisa tepat sasaran,” ujarnya.
Menurut Rizky, pemerintah daerah tidak ingin ada warga yang seharusnya berhak mendapatkan layanan justru tidak terdata. Karena itu, pemutakhiran data perlu dilakukan secara serius dan melibatkan berbagai pihak hingga tingkat desa.
“Kita tidak ingin ada masyarakat yang berhak justru tidak terdata karena ketidaktepatan data,” tambahnya.
Selain pembenahan data, Rizky juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan program JKN. Sinergi antarperangkat daerah, kecamatan, desa, kelurahan, hingga unsur terkait dinilai menjadi kunci agar pelayanan kesehatan tetap optimal, termasuk di tengah keterbatasan anggaran daerah.
“Sinergi lintas sektor sangat penting agar pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal di tengah keterbatasan anggaran,” ucapnya.
Untuk memperkuat koordinasi, ia menginstruksikan agar dilakukan rapat lanjutan yang melibatkan camat, kepala desa atau lurah, serta pengurus koperasi. Penyamaan pemahaman hingga tingkat bawah dinilai penting agar pelaksanaan program JKN berjalan lebih efektif.
“Rapat lanjutan harus segera dilakukan dengan melibatkan camat, kepala desa atau lurah, serta pengurus koperasi agar pemahaman program JKN seragam hingga ke bawah,” tegasnya.
Pemkab Lamandau menegaskan komitmennya meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan masyarakat melalui perbaikan data serta penguatan koordinasi lintas sektor. Kebijakan berbasis data diharapkan mampu membuat program kesehatan lebih tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan.









