SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Daerah Pemilihan (Dapil) I Angga Aditya Nugraha mengajak masyarakat turut mengawasi dan memelihara Jembatan Kapten Mulyono atau yang lebih dikenal sebagai Jembatan Patah.

Menurut Angga, jembatan tersebut merupakan infrastruktur vital yang memiliki peran besar dalam mendukung aktivitas ekonomi dan perdagangan di Kotim. Karena itu, seluruh pihak diharapkan ikut mendukung proses perbaikan hingga nantinya pembangunan jembatan permanen dapat direalisasikan.

"Jembatan ini merupakan aset yang sangat penting untuk mendukung perekonomian di Kabupaten Kotim. Kami berharap masyarakat ikut mendukung proses pembangunan hingga nantinya terwujud jembatan permanen," kata Angga, Selasa, 16 Juni 2026.

Ia juga mengimbau ketua RT dan RW di sekitar lokasi agar turut membantu melakukan pengawasan setelah proses pemeliharaan total lantai jembatan selesai. Karena selama ini ia pernah mendapatkan laporan pelat besi jembatan diambil oleh oknum tidak bertanggung jawab. 

"Kalau memungkinkan, kami juga mengajak RT dan RW yang berada di sekitar lokasi untuk ikut memonitor dan mengawasi," ujarnya.

Selain itu, Angga menyoroti pentingnya kepatuhan perusahaan maupun pemilik armada angkutan terhadap aturan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), khususnya terkait batas maksimal muatan kendaraan yang melintasi jembatan.

Menurutnya, salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian adalah kendaraan bertonase besar yang kerap melintas di kawasan tersebut.

"Hal utama yang menjadi perhatian adalah kepatuhan terhadap aturan andalalin. Muatan maksimal yang diperbolehkan hanya 8 ton. Kami sangat berharap perusahaan maupun pemilik armada transportasi dapat menaati aturan tersebut," tegasnya.

Setelah pemeliharaan total, dirinya juga mendorong pembangunan jembatan permanen bisa segera direalisasikan. 

"Kalau memang sudah ada pembahasan untuk pembangunan permanen, tentu kami mendukung penuh," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim menutup total akses Jembatan Kapten Mulyono selama proses penggantian lantai jembatan berlangsung demi alasan keselamatan.

"Selama pengerjaan ditutup total 24 jam demi keamanan. Penutupan mulai dilakukan sejak Kamis, 11 Juni 2026. Kami juga sudah memasang rambu-rambu agar masyarakat tidak melintas," kata Plt Kepala UPTD Jalan, Jembatan dan Drainase Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Suhardiono.

Ia menegaskan masyarakat diminta tidak memaksakan diri menerobos area pekerjaan karena dapat membahayakan keselamatan.

Sementara itu, Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Mentana Dhinar Tistama, menjelaskan pemeliharaan dilakukan dengan mengganti seluruh lantai jembatan menggunakan kayu ulin baru sebagai solusi sementara sambil menunggu pembangunan jembatan permanen yang masih dalam tahap studi kelayakan (FS).

Menurutnya, lantai jembatan yang menggunakan kayu ulin baru diperkirakan mampu bertahan lebih dari satu tahun hingga proyek pembangunan permanen siap dilaksanakan.

Pekerjaan pemeliharaan tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp397 juta dengan masa pelaksanaan selama 90 hari. Namun pemerintah daerah menargetkan pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat agar akses transportasi masyarakat kembali normal. (DEWI PATMALASARI/y)