PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menyatakan dukungan penuhnya terhadap penyelenggaraan kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 yang akan digelar di berbagai titik di Kota Cantik.

Dukungan ini bukan sekadar untuk memfasilitasi hiburan bagi masyarakat pecinta sepak bola, melainkan sebagai langkah strategis pemerintah daerah untuk menggerakkan roda perekonomian lokal secara masif.

Menurut Fairid, momentum pesta sepak bola terbesar di dunia ini harus dimanfaatkan secara optimal oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Palangka Raya.

Kehadiran kerumunan massa dalam setiap gelaran nobar dinilai menjadi peluang pasar yang sangat potensial bagi para pedagang kuliner, atribut olahraga, hingga penyedia jasa lainnya untuk meraup keuntungan lebih.

Pemerintah Kota Palangka Raya pun mengajak instansi terkait, pihak swasta, dan komunitas kreatif untuk berkolaborasi menyediakan ruang-ruang publik yang representatif sebagai lokasi nobar.

Dengan regulasi yang tertata, tempat-tempat nobar ini nantinya akan diintegrasikan langsung dengan lapak-lapak khusus bagi para pelaku UMKM agar mereka dapat berjualan dengan aman dan nyaman.

"Kami ingin atmosfer Piala Dunia 2026 ini membawa dampak positif yang nyata bagi kantong-kantong pendapatan masyarakat kita. Ketika warga berkumpul untuk mendukung tim kesayangan mereka, di situlah terjadi perputaran uang yang dapat mendongkrak omzet para pedagang kecil," katanya, Selasa, 16 Juni 2026.

Selain meningkatkan sektor hulu perekonomian, Wali Kota juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban, kebersihan, dan keamanan selama kegiatan nobar berlangsung.

Ia mengimbau kepada seluruh panitia penyelenggara dan masyarakat yang hadir untuk tetap menjaga suasana kondusif, sehingga esensi hiburan dan pemberdayaan ekonomi dapat berjalan beriringan tanpa kendala.

Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Fairid optimistis kegiatan nobar Piala Dunia 2026 ini akan menjadi stimulus efektif bagi pemulihan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

"Pemerintah kota berkomitmen untuk terus memantau dan memfasilitasi kebutuhan para pelaku UMKM agar momentum musiman ini mampu memberikan dampak kesejahteraan yang berkelanjutan," pungkasnya. (HENDRI/H)