PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palangka Raya memastikan penyelesaian pelebaran Jalan Lele akan dilanjutkan. Ruas jalan tersebut menjadi perhatian publik setelah kondisi salah satu bagiannya viral di media sosial dan menuai berbagai keluhan dari masyarakat.

Kepala Dinas PUPR Kota Palangka Raya, Fahrial Anchar, menjelaskan bahwa secara umum kondisi Jalan Lele saat ini sudah cukup baik. Namun masih terdapat sekitar 200 meter ruas jalan yang belum dapat diselesaikan pelebarannya pada tahun 2024 karena terkendala pekerjaan drainase dan saluran lingkungan yang saat itu belum rampung.

“Secara keseluruhan kondisi Jalan Lele sebenarnya sudah baik. Namun masih ada sekitar 200 meter ruas yang belum dapat kami selesaikan pelebarannya pada tahun 2024 karena pekerjaan drainase dan saluran lingkungan sebelumnya belum rampung,” kata Fahrial, Selasa 16 Juni 2026.

Ia menegaskan, penyelesaian ruas yang tersisa tersebut menjadi bagian dari program penanganan infrastruktur yang telah disiapkan Pemerintah Kota Palangka Raya pada tahun ini. Selain Jalan Lele, pemerintah juga memprioritaskan perbaikan dan peningkatan sejumlah ruas jalan lain yang tersebar di berbagai wilayah kota.

Menurut Fahrial, Pemko Palangka Raya telah mengalokasikan program penanganan untuk lebih dari 90 ruas jalan pada tahun 2026. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi pengguna jalan.

“Atas keterlambatan beberapa pekerjaan jalan yang belum dapat segera dilaksanakan, kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Kami berharap seluruh program penanganan ruas jalan yang telah direncanakan dapat memberikan manfaat besar bagi warga Kota Palangka Raya,” tuturnya. (MARINI/H)