BORNEONEWS, Palangka Raya - Komite Seni Budaya Nusantara atau KSBN menegaskan komitmennya dalam memperkuat pelestarian seni dan budaya berbasis kearifan lokal sekaligus mendorong pengembangan budaya Indonesia di tingkat global.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pengukuhan Natalia, ST sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah atau DPW KSBN Kalimantan Tengah periode 2026–2031 yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Nasional atau Rakernas KSBN 2026 di Ballroom Hotel Neo Palangka Raya.
Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Umum KSBN, Mayjen TNI (Purn) Hendardji Soepandji, disaksikan jajaran pengurus KSBN dari berbagai daerah, pelaku seni budaya, serta unsur pemerintah daerah.
Rakernas tahun ini tidak hanya membahas program kerja organisasi, tetapi juga sejumlah agenda strategis dalam pengembangan seni dan budaya nasional. Salah satunya adalah dukungan KSBN terhadap upaya menjadikan Merauke dan Manado sebagai Kota Musik Dunia.
Hendardji mengatakan, kedua daerah tersebut dinilai memiliki modal budaya yang kuat serta sumber daya manusia yang berpotensi besar di bidang musik.
“Dalam Rakernas 2026 ini, KSBN juga menyampaikan dukungannya terhadap upaya menjadikan Merauke dan Manado sebagai Kota Musik Dunia. Kedua daerah memiliki kekuatan budaya dan sumber daya manusia yang mumpuni di bidang musik,” katanya dalam rilis yang Borneonews terima pada Selasa, 16 Juni 2026.
Menurut dia, perjuangan menuju pengakuan tersebut akan dilakukan secara bertahap mulai dari tingkat daerah hingga pemerintah pusat. KSBN akan mendorong sinergi berbagai pihak agar upaya tersebut dapat memperoleh dukungan yang lebih luas, termasuk menuju pengakuan di tingkat internasional.
Ia menilai musik merupakan salah satu kekuatan budaya yang mampu menjadi identitas daerah sekaligus sarana diplomasi budaya. Karena itu, pengembangan ekosistem musik daerah perlu terus didukung melalui pembinaan sumber daya manusia, pelestarian tradisi, dan penguatan ruang-ruang kreatif bagi para pelaku seni.
Selain membahas agenda nasional, Hendardji juga menekankan pentingnya menjaga dan mengembangkan budaya daerah sebagai fondasi pembangunan kebudayaan nasional.
“Angkat seni dan budaya sesuai kearifan lokal, sebab Kalimantan Tengah memiliki kekayaan seni dan budaya yang sangat kaya,” ujarnya.
Menurutnya, budaya merupakan rumah bersama bagi para seniman untuk berkarya dan berkontribusi bagi bangsa. Karena itu, setiap daerah perlu menjadikan nilai-nilai lokal sebagai landasan dalam menghadapi perkembangan zaman dan arus globalisasi.
Sementara itu, Natalia menyampaikan bahwa kepengurusan KSBN Kalimantan Tengah periode 2026–2031 akan berfokus pada penguatan pembinaan sanggar seni, pemberdayaan pelaku budaya, serta pelestarian warisan budaya daerah.
Ia menjelaskan kegiatan pengukuhan dan Rakernas diikuti oleh 11 Dewan Pengurus Cabang (DPC) KSBN se-Kalimantan Tengah, 59 sanggar seni binaan di Kota Palangka Raya, serta perwakilan pengurus KSBN dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kami ingin KSBN menjadi wadah yang mampu menyatukan para pelaku seni dan budaya untuk bersama-sama menjaga serta mengembangkan kekayaan budaya daerah,” katanya.
Acara tersebut turut dihadiri Asisten III Sekretariat Daerah Kalimantan Tengah, Hj. Sunarti, yang mewakili Gubernur Kalimantan Tengah. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pengukuhan dan Rakernas KSBN yang dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat pembangunan kebudayaan di daerah.
Menurut Sunarti, KSBN merupakan mitra strategis pemerintah dalam menjaga dan mengembangkan seni budaya nasional agar tetap lestari di tengah derasnya pengaruh budaya global.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjadikan falsafah Huma Betang, Belom Bahadat, dan Penyang Hinje Simpei sebagai pedoman dalam pengembangan seni dan budaya di Kalimantan Tengah.
Melalui kepengurusan baru dan berbagai program yang dibahas dalam Rakernas 2026, KSBN berharap dapat semakin memperkuat kolaborasi antar-seniman, komunitas budaya, dan pemerintah. Di saat yang sama, organisasi tersebut juga berupaya mendorong berbagai potensi budaya daerah agar tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga mendapat pengakuan di panggung internasional, termasuk melalui inisiatif menjadikan Merauke dan Manado sebagai Kota Musik Dunia.(TESTI PRISCILLA)









