BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang atau PUPR Kota Palangka Raya terus mempercepat penanganan infrastruktur yang menjadi perhatian masyarakat.
Pada Juni 2026, salah satu fokus utama diarahkan pada penanganan Jalan Lele. Selain itu, PUPR juga mendukung kegiatan korve bersama di kawasan Pasar Kahayan.
Kepala Dinas PUPR Kota Palangka Raya, Fahrial Anchar mengatakan, penanganan Jalan Lele menjadi prioritas setelah adanya keluhan masyarakat terkait kondisi ruas jalan tersebut.
Menurutnya, PUPR terus melakukan evaluasi dan percepatan pekerjaan agar akses masyarakat dapat kembali lebih aman dan nyaman.
Selain penanganan jalan, Dinas PUPR turut terlibat dalam kegiatan korve bersama di lingkungan Pasar Kahayan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan kawasan pasar.
Fahrial menilai Pasar Kahayan merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat, sehingga kebersihan dan penataan lingkungan perlu menjadi perhatian bersama.
Menurutnya, kolaborasi antarinstansi dan partisipasi masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan kota yang lebih tertata.
Ia menegaskan, pembangunan fisik perlu diimbangi dengan pemeliharaan fasilitas umum dan kebersihan lingkungan. Hal itu menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Penanganan infrastruktur dan penataan lingkungan harus berjalan beriringan. Karena itu kami terus mendorong percepatan pekerjaan jalan sekaligus mendukung kegiatan gotong royong untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan publik,” ujarnya, Selasa, 16 Juni 2026.
Fahrial berharap langkah yang dilakukan pemerintah dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dengan perbaikan infrastruktur dan lingkungan yang lebih tertata, Kota Palangka Raya diharapkan semakin nyaman, aman, dan mendukung aktivitas warga sehari-hari. (MARINI/j)









