JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta - Grab Indonesia mencatat lebih dari 14.000 kendaraan listrik aktif beroperasi sepanjang 2025 sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan.

Capaian tersebut disampaikan dalam laporan program environmental, social, and governance atau ESG Grab Indonesia. Selain pengembangan armada rendah emisi, perusahaan juga mencatat pemberdayaan lebih dari 189.000 perempuan dan penyandang disabilitas melalui platformnya.

Director of Digital and Sustainability Grab Indonesia, Rivana Mezaya mengatakan, program keberlanjutan yang dijalankan Grab mencakup pengembangan transportasi rendah emisi, peningkatan kesejahteraan mitra, perluasan akses ekonomi dan pendidikan, pemberdayaan UMKM, serta penguatan komunitas masyarakat.

"Di Grab, kami percaya keberlanjutan bukan hanya tentang menjaga lingkungan, tetapi juga bagaimana teknologi dapat membantu lebih banyak orang memperoleh kesempatan untuk tumbuh," kata Rivana dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026.

Grab melaporkan armada kendaraan listrik yang beroperasi di Indonesia terdiri atas lebih dari 11.000 kendaraan roda dua dan lebih dari 3.000 kendaraan roda empat.

Operasional kendaraan listrik tersebut didukung lebih dari 1.500 stasiun penukaran baterai di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempercepat transisi menuju mobilitas rendah emisi dan mendukung target netral karbon perusahaan pada 2040.

Di sektor ekonomi digital, Grab mencatat mitra pengemudi dan mitra merchant di Asia Tenggara menghasilkan total 15,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp250 triliun melalui platform perusahaan sepanjang 2025.

Nilai tersebut meningkat 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Di Indonesia, Grab mengalokasikan Rp100 miliar melalui program Grab untuk Indonesia. Program ini ditujukan untuk mendukung perlindungan sosial, apresiasi, dan pengembangan kapasitas mitra pengemudi.

Dukungan tersebut meliputi fasilitasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi lebih dari 200.000 mitra pengemudi berprestasi, pemberian Bonus Hari Raya atau BHR, pemberangkatan 105 mitra pengemudi untuk umrah, serta pelatihan melalui GrabAcademy.

Selain itu, lebih dari 189.000 perempuan dan penyandang disabilitas memperoleh penghasilan melalui platform Grab sepanjang 2025. Jumlah tersebut meningkat 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Program pemberdayaan itu dijalankan melalui kolaborasi dengan sejumlah organisasi, seperti Single Moms Indonesia, Fatayat NU, Pusbisindo, Gerkatin, Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia atau HWDI, dan BSI Maslahat.

Di bidang pendidikan, program GrabScholar telah menjangkau lebih dari 5.700 pelajar di Indonesia selama periode 2022 hingga 2025. Program ini bertujuan memperluas akses pendidikan, terutama bagi anak-anak mitra.

Sementara itu, lebih dari 200.000 UMKM di 16 kota memperoleh manfaat dari program Kota Masa Depan yang mendukung digitalisasi usaha berbasis teknologi.

Pada sektor lingkungan, Grab menyalurkan kontribusi pengguna melalui fitur Kontribusi Langkah Hijau atau Grab Green Programme sejak 2021.

Program tersebut mendukung konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, termasuk rehabilitasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro atau PLTMH Ciganas di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Selain itu, program ini juga mendukung pengolahan biochar di Soppeng dan Medan, perlindungan serta restorasi 149.800 hektare hutan rawa gambut Katingan Mentaya di Kalimantan Tengah, serta penanaman mangrove di Pati dan Cilacap.

Grab juga bekerja sama dengan World Resources Institute Indonesia dan Bestari Sustainability untuk menyusun panduan kemasan berkelanjutan.

Panduan tersebut ditujukan membantu mitra UMKM beralih dari kemasan sekali pakai menuju kemasan yang lebih ramah lingkungan dan dapat didaur ulang.

Rivana menegaskan, Grab akan terus memperluas kolaborasi untuk memperkuat dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat Indonesia.

"Kami akan terus menghadirkan berbagai inisiatif untuk mendukung kesejahteraan mitra, memperluas akses ekonomi bagi kelompok rentan, memberdayakan komunitas lokal, serta mendorong solusi lingkungan yang memberikan manfaat jangka panjang," ujarnya.

ANTARA