PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kabar baik bagi generasi muda yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di bidang perkebunan. Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP resmi membuka pendaftaran Program Beasiswa SDM Sawit 2026 dengan kuota penerima sebanyak 5.000 mahasiswa.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 4.000 penerima. Peningkatan kuota ini menjadikan Program Beasiswa SDM Sawit 2026 sebagai program beasiswa sawit terbesar sejak pertama kali diluncurkan pada 2016.

Dalam Media Briefing Beasiswa SDM Sawit 2026 di Jakarta, Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, mengatakan peningkatan kuota merupakan bentuk komitmen BPDP dalam memperluas akses pendidikan bagi generasi muda Indonesia.

“Selama BPDP berdiri, Program Beasiswa SDM Sawit akan tetap ada. Tahun ini BPDP meningkatkan kuota penerima menjadi 5.000 orang sebagai bentuk komitmen untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada generasi muda Indonesia dalam memperoleh pendidikan tinggi dan menyiapkan SDM unggul yang akan menjadi penggerak industri sawit di masa depan,” ujarnya dalam rilis BPDP pada Rabu, 17 Juni 2026.

Menurut Alfansyah, program tersebut merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia sekaligus menunjukkan kontribusi nyata sektor kelapa sawit terhadap pembangunan nasional, khususnya di bidang pendidikan.

Hingga 2025, Program Beasiswa SDM Sawit telah memberikan manfaat kepada lebih dari 13 ribu mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Program ini merupakan hasil kolaborasi BPDP bersama Kementerian Pertanian dan lembaga pendidikan mitra.

Sebanyak 42 perguruan tinggi di berbagai wilayah Indonesia terlibat dalam pelaksanaan program tersebut. Direktur Politeknik CWE, St. Nugroho Kristono, menilai sinergi antara dunia pendidikan dan industri menjadi kunci dalam mencetak lulusan yang siap kerja dan sesuai kebutuhan sektor perkebunan.

Ia menyebut keterlibatan puluhan perguruan tinggi menunjukkan komitmen bersama dalam menghasilkan talenta-talenta unggul yang mampu mendukung kemajuan dan keberlanjutan industri sawit nasional.

Sementara itu, Direktur Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian, Iim Mucharam, menegaskan bahwa pengembangan SDM menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan industri sawit Indonesia.

Menurutnya, tantangan industri sawit ke depan semakin kompleks sehingga regenerasi talenta perkebunan perlu dipersiapkan sejak dini. Melalui program beasiswa ini, pemerintah berharap lahir generasi profesional yang mampu meningkatkan produktivitas, inovasi, dan keberlanjutan sektor perkebunan.

Program Beasiswa SDM Sawit 2026 diperuntukkan bagi peserta yang akan menempuh pendidikan diploma maupun sarjana di 42 perguruan tinggi mitra. Sasaran utama program ini adalah generasi muda yang berasal dari keluarga pekebun, pekerja perkebunan, serta masyarakat yang memiliki keterkaitan dengan sektor kelapa sawit.

Selain memperluas akses pendidikan tinggi, program ini diharapkan dapat memperkuat regenerasi SDM perkebunan, meningkatkan kompetensi lulusan, mendorong pembangunan ekonomi di daerah sentra perkebunan, serta menjaga daya saing industri sawit Indonesia di tingkat global.

Pendaftaran Beasiswa SDM Sawit 2026 telah dibuka sejak 3 Juni 2026. Informasi mengenai persyaratan, jadwal, mekanisme seleksi, dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi program beasiswa sawit di sdmperkebunan.bpdp.or.id. Dengan dukungan 42 perguruan tinggi dan kuota 5.000 penerima, BPDP berharap semakin banyak generasi muda Indonesia yang memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan tinggi dan berkontribusi bagi masa depan industri sawit nasional. (TESTI PRISCILLA/j)