BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya, Dede Ardiansyah, mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang musim kemarau tahun 2026. Menurutnya, langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini agar risiko kebakaran dapat diminimalkan.
Dede mengatakan, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini diperkirakan cenderung lebih kering dan berpotensi berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian seluruh pihak, terutama di daerah yang memiliki kawasan rawan kebakaran.
“Kesiapsiagaan harus dilakukan sejak sekarang. Kita tidak boleh menunggu sampai titik api mulai bermunculan baru bergerak. Upaya pencegahan harus menjadi fokus utama agar dampak karhutla dapat ditekan semaksimal mungkin,” ujarnya, Rabu, 17 Juni 2026.
Menurut Dede, Kota Palangka Raya memiliki karakteristik wilayah yang didominasi lahan gambut dan sejumlah kawasan yang rentan terbakar saat musim kemarau. Oleh karena itu, koordinasi antara pemerintah, aparat, relawan, dan masyarakat harus terus diperkuat guna menghadapi potensi bencana tersebut.
Ia menilai, salah satu langkah penting yang perlu dipersiapkan adalah pemetaan sumber-sumber air yang dapat dimanfaatkan saat proses pemadaman berlangsung. Ketersediaan sumber air yang mudah dijangkau akan sangat membantu petugas ketika melakukan penanganan di lapangan.
“Pemetaan sumber air harus dilakukan sejak dini sehingga ketika terjadi kebakaran, petugas tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan pasokan air untuk pemadaman. Ini menjadi bagian penting dari strategi pencegahan dan penanggulangan karhutla,” tegasnya. (MARINI/j)









