SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor berharap dalam waktu dekat rute penerbangan Sampit-Surabaya dapat dilayani pesawat berbadan besar jenis Airbus. Tingginya jumlah penumpang yang menggunakan rute tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi maskapai penerbangan.

"Harapan kita dalam waktu dekat rute Sampit-Surabaya juga bisa diterbangi Airbus. Karena penerbangan Wings Air selama ini hampir selalu penuh setiap hari. Bahkan jumlah penumpang ke Surabaya sebenarnya lebih banyak (daripada Jakarta). Banyak pelaku usaha dan perusahaan yang memiliki aktivitas bisnis ke Surabaya," kata Halikinnor, Rabu, 17 Juni 2026.

Hal itu ia sampaikan setelah pesawat Airbus A320 milik maskapai Super Air Jet mencatat sejarah dengan pertama kali menerbangi Bandara H Asan Sampit mulai 12 Juni 2026.

Lanjutnya, Kotim memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan sektor transportasi udara. Selain menjadi kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar di Kalimantan Tengah, daerah ini juga merupakan salah satu pusat investasi terbesar yang ditopang sektor perkebunan kelapa sawit, pertambangan, perdagangan, dan jasa.

Ia menyebut luas perkebunan kelapa sawit di Kotim mendekati satu juta hektare, menjadikannya salah satu wilayah dengan areal perkebunan sawit terluas di Indonesia. Kondisi tersebut menciptakan mobilitas tinggi bagi investor, pekerja, maupun pelaku usaha.

"Kotim memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Selain perkebunan sawit, ada sektor pertambangan dan perdagangan jasa yang terus berkembang. Aktivitas ini tentu membutuhkan dukungan konektivitas transportasi udara yang memadai," ujarnya.

Halikinnor menilai hadirnya penerbangan Super Air Jet rute Sampit-Jakarta menjadi langkah positif untuk meningkatkan aksesibilitas daerah. Selama ini banyak investor yang harus melalui Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju Sampit. Bahkan tidak sedikit yang menggunakan pesawat carter untuk mencapai wilayah Kotim.

Dengan adanya tambahan maskapai dan armada berkapasitas lebih besar, ia optimistis mobilitas masyarakat maupun dunia usaha akan semakin terbantu.

"Selama ini investor yang datang ke Kotim sering melalui Palangka Raya dan melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan darat. Bahkan ada yang menggunakan jet pribadi. Karena itu kami menyambut baik kehadiran Super Air Jet dan berharap ke depan maskapai lain seperti Batik Air juga dapat beroperasi di Bandara H Asan Sampit," katanya.

Selain Jakarta, Halikinnor menyebut tingginya permintaan perjalanan udara dari Sampit ke Surabaya juga didukung oleh pesawat berbadan lebar yang terkoneksi ke berbagai daerah.

Tidak hanya itu, potensi perjalanan ibadah umrah juga dinilai sangat besar. Dengan jumlah penduduk terbesar di Kalimantan Tengah dan mayoritas beragama Islam, kebutuhan transportasi udara untuk keberangkatan jamaah umrah terus meningkat dari tahun ke tahun.

"Potensi terbesar lainnya adalah perjalanan umrah. Jumlah penduduk Kotim cukup besar dan mayoritas Muslim, sehingga kebutuhan penerbangan untuk mendukung perjalanan ibadah juga sangat tinggi," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)