BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim pada momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.
Ajakan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kobar, Rody Iskandar, saat menghadiri pengajian dan santunan anak yatim di Pondok Pesantren Darussalam, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pangkalan Banteng, mewakili Bupati Kobar.
Rody Iskandar mengatakan Muharram dikenal sebagai bulannya anak yatim sehingga menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk memperkuat rasa empati dan kepedulian sosial.
"Perhatian kepada anak yatim bukan hanya anjuran agama, tetapi juga menjadi tanggung jawab sosial kita bersama. Jangan sampai ada anak-anak yatim di sekitar kita yang merasa sendiri atau tidak mendapatkan perhatian," jelas Rody Iskandar.
Sekda menilai kepedulian terhadap anak yatim harus diwujudkan dalam tindakan nyata dan berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
"Melalui momentum Muharram ini, kita ingin menstimulasi masyarakat agar lebih peka terhadap kondisi tetangga, terutama anak-anak yatim yang membutuhkan dukungan bersama," jelas Rody Iskandar.
Menurut SekdaRody Iskandari kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup maupun terpaksa putus sekolah akibat kurangnya dukungan.
"Jangan sampai ada anak yatim yang tidak bisa melanjutkan pendidikan atau kesulitan memenuhi kebutuhan dasarnya karena kita kurang peduli. Ini menjadi tanggung jawab bersama," jelas Rody Iskandar.
Rody Iskandar juga menyampaikan apresiasi kepada Pondok Pesantren Darussalam dan masyarakat yang selama ini konsisten menjalankan kegiatan santunan anak yatim.
"Kami mengapresiasi Pondok Pesantren Darussalam beserta seluruh pihak yang sejak tahun 2005 terus menjaga tradisi mulia ini. Konsistensi seperti inilah yang perlu kita pertahankan dan tularkan," jelas Rody Iskandar.
Rody Iskandar turut mengumumkan rencana Pemkab Kobar untuk melaksanakan gerakan massal santunan bagi 1.000 anak yatim pada 10 Muharram mendatang.
"Insya Allah pada 10 Muharram nanti, Pemkab Kobar akan menggelar gerakan santunan untuk 1.000 anak yatim. Semoga ini menjadi semangat bersama agar kepedulian sosial semakin meluas di seluruh wilayah Kobar," jelas Rody Iskandar.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam, Ustadz Munawir, mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan dukungan moral dari pemerintah daerah terhadap kegiatan yang telah berlangsung secara rutin tersebut.
"Kami berterima kasih atas perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah. Program santunan anak yatim ini sudah kami laksanakan sejak tahun 2005 dan dilakukan secara rutin setiap tiga bulan sekali," tuturnya.
Menurut Ustadz Munawir, keberlanjutan program tersebut tidak terlepas dari dukungan masyarakat yang terus menumbuhkan budaya berbagi kepada sesama.
"Kami berharap semangat berbagi ini terus terjaga sehingga semakin banyak anak yatim yang dapat merasakan manfaatnya," tambahnya.
Kepala Desa Sidomulyo, Tukadi, juga menyebut kerukunan dan semangat gotong royong masyarakat menjadi modal penting dalam membangun desa.
"Kerukunan warga dan semangat berbagi merupakan kekuatan utama masyarakat Desa Sidomulyo. Dengan kebersamaan, berbagai persoalan sosial dapat kita hadapi bersama," ujarnya.
Ia berharap budaya saling membantu yang telah tumbuh di tengah masyarakat dapat terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kegiatan pengajian dan santunan tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap anak yatim tidak cukup dilakukan secara seremonial, melainkan harus menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan demi menjamin pendidikan, kesejahteraan, dan masa depan anak-anak yatim di Kabupaten Kobar. (WAHYU KRIDA/H)









