BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Suasana Desa Kubu, Kecamatan Kumai, mendadak ramai pada Selasa, 16 Juni 2026 sore hingga malam. Seorang pria berinisial Y yang diduga kerap mencuri bahan bakar minyak (BBM) milik nelayan, akhirnya berhasil diamankan warga setelah sekian lama keresahan menyelimuti kawasan pesisir tersebut.
Video penangkapan pelaku pun dengan cepat beredar di media sosial. Dalam rekaman yang tersebar luas, tampak warga mengamankan pelaku sebelum akhirnya diserahkan ke Polsek Kumai pada malam hari.
Bagi sebagian warga Desa Kubu, penangkapan ini bukan sekadar keberhasilan mengungkap dugaan pencurian. Lebih dari itu, menjadi jawaban atas keresahan yang selama ini menghantui para nelayan yang kerap kehilangan solar untuk melaut.
Inar, warga Desa Kubu, menceritakan kronologi terungkapnya kasus tersebut. Menurutnya, kecurigaan bermula saat seorang pemilik perahu hendak berangkat melaut setelah memuat es batu.
"Jadi pada saat pemilik perahu mau berangkat ke laut habis muat es batu, waktu membuka gudang kaget. Ternyata minyak di galon yang sudah disiapkan sudah tidak ada. Korban ini sudah menaruh curiga dengan pelaku inisial Y," ungkapnya, saat dikonfirmasi Borneonews, pada Rabu, 17 Juni 2026.
Merasa ada yang tidak beres, korban kemudian berupaya mencari keberadaan pelaku. Dari sejumlah informasi yang diperoleh, Y disebut-sebut kerap menjual BBM ke lokasi ekskavator yang sedang beroperasi di sekitar desa.
Informasi itu kemudian ditelusuri. Saat korban mendatangi lokasi ekskavator, ia menemukan galon BBM yang diyakini merupakan miliknya.
"Lalu saat didatangi ke lokasi, benar saja ditemukan galon BBM miliknya. Kemudian ditanya operator ekskavator siapa yang menjual BBM tersebut. Disebutkan yang menjual adalah Y. Mereka lalu mendatangi rumah Y dan mengamankannya tanpa ada perlawanan. Saat itu sekitar pukul 17.00 WIB," katanya.
Dalam pengakuannya, Y disebut hanya mengambil dua galon BBM. Namun korban meyakini jumlah solar yang hilang mencapai lebih dari 100 liter.
Ironisnya, pelaku dan korban diketahui masih tinggal dalam lingkungan yang sama. Rumah keduanya berada di RT 5 Desa Kubu dengan jarak yang tidak berjauhan.
"Pelaku dan korban ini rumah tidak jauh. Masih satu kampung atau RT 5," ujarnya.
Menurut Inar, kasus kehilangan BBM sebenarnya bukan hal baru di kawasan pesisir tersebut. Dalam beberapa waktu terakhir, laporan kehilangan solar milik nelayan kerap bermunculan hampir setiap malam.
"Karena belakangan ini hampir setiap malam ada laporan minyak atau BBM nelayan sering hilang. Bahkan sempat BBM yang berada di dalam truk juga hilang. Kalau di Desa Kubu ini baru satu pelaku yang tertangkap dan sudah spesialis," tuturnya.
Penangkapan Y pun disambut lega oleh warga. Sebab selama ini solar menjadi kebutuhan vital bagi nelayan untuk mencari nafkah di laut. Hilangnya BBM tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga menghambat aktivitas melaut.
Warga berharap proses hukum dapat berjalan sebagaimana mestinya, sehingga memberikan efek jera dan mencegah kejadian serupa terulang kembali.
"Semoga dengan tertangkapnya pelaku pencuri BBM ini, situasi dan kondisi keamanan masyarakat lebih kondusif," harap Inar.
Kini, setelah pelaku diamankan dan diserahkan ke pihak kepolisian, warga Desa Kubu berharap malam-malam mereka tak lagi diwarnai kekhawatiran kehilangan solar yang selama ini menjadi penopang kehidupan para nelayan pesisir. (DANANG/H)









