SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pelestarian lingkungan dimulai dari langkah-langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari seperti menanam pohon, menghemat penggunaan air dan energi, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Kesadaran tersebut terus didorong oleh Kementerian Agama melalui program Ekoteologi yang dilaksanakan serentak di seluruh satuan kerja Kemenag, termasuk di Kabupaten Kotawaringin Timur, belum lama ini. 

"Kegiatan itu dilaksanakan di Kantor Kementerian Agama  yang diikuti oleh pejabat, Aparatur Sipil Negara (ASN), dan pegawai lingkungan Kemenag Kotim pada Senin (15 Juni 2026) , " kata Kepala Kantor Kemenag Kotim Nur Widiantoro, Rabu, 17 Juni 2026.

Ia menjelaskan program tersebut bertujuan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian tanggung jawab moral, sosial, dan keagamaan.

Lebih lanjut ia mengungkapkan berbagai kerusakan lingkungan saat ini tidak terlepas dari aktivitas manusia. Oleh sebab itu, manusia memiliki kewajiban menjaga dan memperbaiki alam agar lestari dan dapat dinikmati generasi mendatang.

“Salah satu bentuk nyata kepedulian lingkungan adalah melalui reboisasi atau penanaman kembali pohon di lingkungan rumah, kantor, madrasah, maupun rumah ibadah. Pohon tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih teduh, sehat, dan nyaman,” ujarnya. 

Namun, ia mengingatkan bahwa menjaga lingkungan tidak cukup hanya dengan menanam saja, melainkan perawatan secara berkelanjutan menjadi bagian penting agar tanaman dapat tumbuh dan memberikan manfaat jangka panjang.

Dalam kesempatan itu, H. Nur Widiantoro membacakan naskah Pencanangan Aktualisasi Ekoteologi yang merupakan amanat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah. Pencanangan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi program prioritas Kemenag dalam membangun kesadaran lingkungan berbasis nilai-nilai keagamaan.

Melalui program Ekoteologi, Kementerian Agama berharap semakin banyak masyarakat yang menerapkan gaya hidup ramah lingkungan melalui tindakan sederhana namun berkelanjutan, sehingga tercipta lingkungan bersih, hijau, dan lestari bagi generasi sekarang dan akan datang.

“Dengan semangat Ekoteologi, kita semua diharapkan dapat berkontribusi nyata dalam menjaga kelestarian alam sebagai amanah agama dan kewajiban sosial,” tutupnya. (DEVIANA/H)