PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bereng, Kabupaten Pulang Pisau, berencana mengolah limbah dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi pupuk organik.

Inovasi ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kepala SPPG Bereng Puput Damayanti, mengatakan pemanfaatan limbah MBG menjadi pupuk organik akan diawali dengan uji coba yang melibatkan para relawan dapur.

“Kalau dari relawan sendiri kami punya 47 relawan. Jika dari 47 relawan ini sudah berhasil memanfaatkan pupuk tersebut, maka itu bisa menjadi bukti bahwa hasil pengolahan limbah MBG aman dan bermanfaat. Dengan begitu masyarakat tidak perlu takut menggunakannya,” ujar Puput. Rabu, 17 Juni 2026.

Ia menjelaskan lokasi pengolahan limbah direncanakan berada di area belakang dapur SPPG yang masih memiliki lahan cukup luas.

“Rencananya di belakang dapur SPPG karena lahannya masih tersedia. Nanti akan dimanfaatkan sebagai tempat pengelolaan limbah,” katanya.

Selain itu mitra dapur juga berencana membangun fasilitas penampungan limbah sebelum diproses menjadi pupuk organik. Dalam pelaksanaannya, SPPG akan berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pulang Pisau.

“DLH nantinya akan memberikan edukasi dan pendampingan terkait tata cara pengelolaan limbah yang baik. Saat berkunjung ke sini, Kepala DLH juga menyampaikan bahwa limbah dari SPPG memiliki potensi untuk diolah menjadi kompos,” tambahnya.

Saat ini volume sampah yang dihasilkan dapur MBG mengalami penurunan seiring berkurangnya jumlah penerima manfaat selama masa libur sekolah.( RETHA)