SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotawaringin Timur (Kotim) mengajak masyarakat memanfaatkan masa libur sekolah dengan menjelajahi berbagai destinasi wisata yang ada di daerah.

Selain lebih hemat biaya, wisata lokal juga dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat setempat.

"Secara wisata kita tidak kalah dengan daerah lain. Kita punya kekhasan dan daya tarik sendiri yang layak untuk dinikmati bersama keluarga," kata Kepala Disbudpar Kotim Ramadansyah, Rabu, 17 Juni 2026.

Momentum libur sekolah menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk lebih mengenal potensi wisata yang ada di daerah sendiri tanpa harus bepergian ke luar kota dengan biaya yang lebih besar.

Salah satu destinasi yang saat ini cukup ramai dikunjungi wisatawan adalah kawasan Pantai Ujung Pandaran di Kecamatan Teluk Sampit.

Kawasan wisata tersebut terus berkembang dengan dukungan berbagai fasilitas penunjang, termasuk penginapan dan wahana rekreasi.

Wisata andalan Kotim tersebut bahkan tidak hanya ramai saat hari libur. Di sana terdapat penginapan dan lokasi wisata yang dikelola swasta seperti Pantai Tebing Kalap, Pantai Kobes, Pantai Jodoh. Bahkan wahana permainan air seperti jet ski juga sudah tersedia.

Tak hanya wisata pantai, Kotim juga menawarkan pengalaman wisata alam melalui susur Sungai Mentaya dari Dermaga Habaring Hurung maupun wisata susur sungai di Kecamatan Kota Besi menuju Pulau Hanibung.

Khususnya susur sungai di kawasan Pulau Hanibung tersebut wisatawan berkesempatan menikmati keindahan alam sekaligus menyaksikan berbagai satwa Kalimantan yang masih hidup bebas di habitatnya.

"Kalau beruntung, wisatawan bisa melihat bekantan, lutung merah, hingga burung enggang atau burung rangkong di sepanjang tepian sungai. Ini menjadi daya tarik yang tidak dimiliki banyak daerah lain," imbuhnya.

Selain wisata alam, Ramadansyah menyebut sejumlah lokasi wisata edukasi juga dapat menjadi alternatif selama libur sekolah.

Beberapa di antaranya Museum Kayu, Bundaran Belanga, Islamic Center Sampit, Kebun Raya Sampit, hingga sejumlah desa wisata yang menawarkan pengalaman belajar di luar ruang kelas.

Salah satu destinasi yang direkomendasikan adalah Desa Wisata Lampuyang di Kecamatan Teluk Sampit. Menurutnya, lokasi tersebut dapat menjadi sarana pembelajaran bagi anak-anak untuk mengenal kehidupan masyarakat pedesaan dan aktivitas pertanian secara langsung.

Ia menilai pengalaman seperti melihat proses bercocok tanam maupun kehidupan sehari-hari masyarakat desa menjadi pembelajaran berharga bagi generasi muda yang selama ini lebih banyak beraktivitas di lingkungan perkotaan.

Disbudpar Kotim juga terus mendorong pengembangan desa wisata di berbagai wilayah melalui pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam mengelola dan mengembangkan potensi wisata daerah.

Meski promosi wisata tahun ini dilakukan secara sederhana karena adanya efisiensi anggaran, Ramadansyah tetap optimistis sektor pariwisata Kotim mampu menarik minat wisatawan.

Menurutnya, setiap kunjungan wisatawan akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal, mulai dari pedagang kuliner, pelaku UMKM, jasa transportasi, pengelola objek wisata hingga sektor ekonomi kreatif lainnya.

Dengan beragam pilihan wisata pantai, sungai, alam, budaya, dan edukasi, Ramadansyah meyakini Kotim memiliki daya saing yang kuat sebagai tujuan wisata keluarga selama masa libur sekolah.

"Dengan berwisata di daerah sendiri, masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya besar. Di sisi lain, perputaran ekonomi juga terjadi dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar destinasi wisata," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)