BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya, Arif M Norkim menegaskan pentingnya penataan formasi guru untuk mengatasi ketimpangan distribusi tenaga pendidik di sekolah negeri.
Hal tersebut disampaikannya, usai mengikuti rapat koordinasi evaluasi dan penataan formasi guru untuk pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik pada sekolah negeri di Kota Palangka Raya.
Menurut Arif, hasil evaluasi menunjukkan masih terdapat sekolah yang mengalami kekurangan guru, sementara di beberapa sekolah lainnya jumlah tenaga pendidik relatif mencukupi bahkan berlebih.
Kondisi tersebut dinilai perlu segera ditata kembali agar distribusi guru lebih proporsional sesuai kebutuhan masing-masing sekolah.
“Kami melihat masih ada ketimpangan dalam penempatan guru. Ada sekolah yang kekurangan tenaga pendidik, tetapi ada juga yang jumlah gurunya relatif mencukupi bahkan berlebih. Ini perlu ditata agar lebih merata dan sesuai kebutuhan,” ujarnya, Kamis 18 Juni 2026.
Ia menjelaskan, pemetaan kebutuhan guru secara akurat menjadi langkah penting dalam menyusun kebijakan penataan tenaga pendidik.
Dengan data yang valid, pemerintah daerah dapat menentukan langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan guru di setiap sekolah.
“Melalui rapat koordinasi ini, kami ingin memastikan kebutuhan guru di sekolah negeri dapat dipetakan secara akurat sehingga pemerintah daerah dapat mengambil langkah yang tepat dalam melakukan penataan formasi,” katanya.
Arif berharap hasil evaluasi tersebut dapat menjadi dasar bagi Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya dalam menyusun kebijakan distribusi guru yang lebih efektif.
Dengan demikian, seluruh sekolah negeri dapat memiliki jumlah tenaga pendidik yang memadai untuk mendukung proses belajar mengajar.
Menurutnya, pemerataan guru tidak hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga untuk memastikan seluruh peserta didik mendapatkan layanan pendidikan yang sama baiknya di setiap sekolah.
“Kami akan terus mendorong agar kebutuhan tenaga pendidik dapat dipenuhi secara bertahap sehingga kualitas pendidikan di Kota Palangka Raya semakin meningkat,” tutupnya. (MARINI/R)









