TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Sebanyak 74 guru dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Barito Timur telah mengikuti Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah yang digelar di SMP Negeri 3 Tamiang Layang. 

Seleksi tersebut menjadi tahapan krusial dalam proses penjaringan pemimpin sekolah yang akan menentukan arah dan kualitas pendidikan di daerah pada masa mendatang.

Saat diwawancarai pada Kamis, 18 Juni 2026, Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Tengah, I Ketut Sukajaya, menjelaskan bahwa peserta yang dinyatakan lulus seleksi substansi akan melanjutkan ke tahap pelatihan calon kepala sekolah selama 17 hari.

“Peserta yang lulus akan melanjutkan ke tahap pelatihan selama 17 hari, terdiri dari tujuh hari pelatihan asinkronus atau daring dan 10 hari pelatihan sinkronus secara luring atau tatap muka,” kata Ketut.

Ia menuturkan, pelatihan tersebut memiliki total beban belajar sebanyak 110 jam pelajaran. Selama pelatihan, peserta akan dibekali berbagai kemampuan manajerial, kepemimpinan, serta keterampilan pengelolaan satuan pendidikan agar siap menjalankan peran sebagai kepala sekolah secara profesional.

Menurut Ketut, dalam seleksi substansi para peserta mengerjakan 70 soal pilihan ganda dengan durasi waktu 120 menit. Materi yang diujikan difokuskan pada kompetensi dasar yang wajib dimiliki seorang kepala sekolah.

“Terdapat tiga kompetensi utama yang menjadi dasar penilaian, yaitu kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial. Ketiga kompetensi ini menjadi indikator penting untuk mengukur kesiapan peserta dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai kepala sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur, Bunyamin, menegaskan bahwa seleksi substansi merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendapatkan calon kepala sekolah yang berkualitas, berintegritas, dan memiliki kapasitas kepemimpinan yang memadai.

“Kami berharap melalui seleksi ini dapat lahir kepala sekolah yang kompeten, berintegritas, dan mampu membawa kemajuan bagi dunia pendidikan di Kabupaten Barito Timur,” ucapnya.

Bunyamin menambahkan, kepala sekolah memiliki posisi strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan karena menjadi motor penggerak berbagai program sekolah.

"Oleh sebab itu, proses seleksi dilakukan secara objektif dan profesional agar menghasilkan pemimpin pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman serta mendorong peningkatan kualitas pembelajaran," katanya.

Melalui rangkaian seleksi dan pelatihan tersebut, Pemkab Barito Timur berharap dapat menyiapkan kepala sekolah yang tidak hanya memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga memiliki kompetensi, karakter kepemimpinan dan visi pendidikan yang kuat untuk membawa sekolah menuju prestasi yang lebih baik. (AGUSTINUS BOLE MALO/R)