BORNEONEWS, Palangka Raya – Bakal Calon Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026–2030, Dr. Thea Farina, S.H., M.Kn, menawarkan konsep transformasi kampus bertajuk "TEA BISA" sebagai langkah strategis untuk mewujudkan UPR yang unggul, inklusif, kolaboratif, dan berdampak bagi masyarakat.
Dalam sosialisasi bakal calon rektor yang digelar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPR, Kamis (18/6/2026), Thea menegaskan bahwa perubahan yang terjadi di dunia pendidikan tinggi menuntut perguruan tinggi untuk terus beradaptasi dan berinovasi.
"Transformasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. UPR harus mampu menjawab tantangan zaman dengan memperkuat kualitas akademik, tata kelola, serta kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional," ujarnya, Kamis 18 Juni 2026.
Menurut Thea, visi yang diusung berfokus pada pengembangan universitas yang tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi sivitas akademika dan masyarakat.
"Perguruan tinggi yang unggul bukan hanya dinilai dari akreditasi dan peringkat, tetapi juga dari sejauh mana kehadirannya mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar," katanya.
Ia menjelaskan, konsep "TEA BISA" menitikberatkan pada penguatan daya saing akademik, pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, tata kelola modern yang transparan, serta pengembangan program kampus yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Salah satu perhatian utama yang disampaikan Thea adalah pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang aman dan inklusif bagi seluruh warga kampus.
"Kita harus membangun budaya kampus yang sehat, produktif, dan menghargai keberagaman. Kampus harus menjadi ruang yang aman bagi semua, bebas dari perundungan, intoleransi, maupun kekerasan seksual," tegasnya.
Untuk mendukung visi tersebut, Thea memperkenalkan tujuh misi strategis yang diberi nama "BAHALAP". Misi tersebut mencakup penguatan kemitraan, peningkatan mutu pendidikan, tata kelola yang harmonis dan modern, kolaborasi akademik yang berdampak, pengembangan riset berbasis kearifan lokal, inovasi akademik, serta pembangunan universitas yang berkelanjutan.
"Melalui tujuh misi ini, kami ingin memastikan setiap langkah pengembangan UPR berjalan secara terarah, terukur, dan memberikan manfaat yang nyata bagi sivitas akademika maupun masyarakat luas," ungkapnya.
Thea juga menargetkan peningkatan kualitas sumber daya manusia, produktivitas dosen, prestasi mahasiswa, perluasan kerja sama strategis, hingga penguatan posisi UPR sebagai pusat pemikiran dan pengembangan ilmu pengetahuan di Kalimantan.
"Keberhasilan UPR ke depan hanya bisa dicapai melalui kolaborasi seluruh elemen kampus. Karena itu, kami mengajak seluruh sivitas akademika bersama-sama membangun universitas yang semakin maju, berdaya saing, dan berdampak," pungkasnya. (MARINI)









