SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) memanfaatkan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Salah satunya melalui kegiatan aksi bersih-bersih di kawasan Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit.

"Mari kita jadikan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen dan aksi nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mewujudkan Kotim yang bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan bagi generasi sekarang maupun yang akan datang," kata Wakil Bupati Kotim Irawati, Kamis, 18 Juni 2026.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Damkar, Inspektorat, BPBD, Dispora, Disnakertrans, Kecamatan Teluk Sampit, Puskesmas Teluk Sampit, Pemerintah Desa Ujung Pandaran hingga para pelajar sekolah dasar.

Irawati mengatakan, tantangan lingkungan saat ini semakin besar mulai dari pencemaran, perubahan iklim hingga meningkatnya sampah plastik yang mengancam ekosistem pesisir dan laut. Karena itu, menjaga kebersihan kawasan wisata dan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Lanjutnya, Pantai Ujung Pandaran tidak hanya berfungsi sebagai destinasi wisata andalan Kotim, tetapi juga memiliki nilai ekologis, sosial, dan ekonomi yang penting bagi masyarakat. Oleh sebab itu, keberlangsungan kawasan tersebut harus terus dijaga.

"Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya mengumpulkan sampah yang mencemari pesisir, tetapi juga mengedukasi masyarakat bahwa menjaga lingkungan harus menjadi budaya hidup yang diterapkan secara berkelanjutan," ujarnya.

Irawati juga mengingatkan para pelaku usaha dan pengelola wisata untuk lebih memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar. Ia mendorong tersedianya fasilitas tempat sampah yang memadai serta pengelolaan sampah yang baik di kawasan wisata.

Menurutnya, kebersihan lingkungan wisata sangat berpengaruh terhadap kenyamanan pengunjung dan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung perkembangan sektor pariwisata daerah.

Selain itu, masyarakat diajak menerapkan langkah sederhana untuk menjaga lingkungan, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah dari rumah tangga, serta tidak membuang sampah sembarangan.

Ia menilai semangat gotong royong yang ditunjukkan dalam aksi bersih pantai tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata.

Pemkab Kotim, lanjut Irawati, akan terus mendukung berbagai program perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Namun, keberhasilan upaya tersebut memerlukan dukungan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, komunitas hingga masyarakat luas.

"Kami berharap langkah sederhana yang dilakukan hari ini dapat memberikan dampak besar bagi kelestarian lingkungan di masa depan. Dengan kerja sama semua pihak, lingkungan yang bersih dan sehat dapat terus terjaga," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)